Kasus Corona Bertambah, Pemerintah Prihatin Masih Banyak yang Abai dalam Pencegahan

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 27 Maret 2020 18:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 27 337 2190065 kasus-corona-kian-bertambah-pemerintah-prihatin-masyarakat-masih-abai-dalam-pencegahan-Ieo4ezQ4yP.jpg Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto (Foto: BNPB)

JAKARTA - Kasus virus corona atau Covid-19 di Indonesia bertambah terus setiap harinya. Per hari ini, Jumat 27 Maret 2020, kasus positif mencapai 1046 orang, 87 meninggal dunia, dan yang sembuh 46 orang.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, terjadinya penambahan jumlah kasus setiap harinya menandakan proses penularan masih terus berlangsung di masyarakat. Hal ini dimaknai, masih ada orang terinfeksi corona yang berkeliaran di tengah-tengah masyarakat.

Kontak dengan orang yang positif corona mengakibatkan terjadi penularan, dan menjadi penyebab utama terjadinya penambahan jumlah kasus corona. "Mencermati ini, mari bersama-sama kita putuskan rantai penularan ini," ujarnya saat jumpa pers di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (27/3/2020) yang juga disiarkan melalui akun media sosial BNPB.

Baca Juga: Pemerintah Rancang Peraturan untuk Lockdown Daerah Corona

Yuri mengatakan, langkah-langkah yang dilakukan pemerintah untuk memutus rantai penularan itu dengan berusaha menemukan kasus-kasus positif corona di tengah masyarakat. Caranya, penelusuran kontak dari kasus positif yang didapatkan di rumah sakit.

Pihaknya akan melaksanakan pemeriksaan cepat atau rapid test tujuannya untuk skrining, baik di kelompok yang memiliki resiko tertular atau yang pernah kontak dengan pasien positif corona di rumah sakit.

"Kita laksanakan bersama-sama dengan masyarakat untuk menemukan dan kemudian melakukan isolasi, baik secara mandiri di rumah maupun isolasi di rumah sakit, ini yang akan kita lakukan," tuturnya.

 infografis seputar corona

Hal yang tak kalah pentingnya dan butuh partisipasi masyarakat, kata Yuri, masyarakat harus mematuhi imbauan pemerintah untuk menjaga jarak dalam interaksi sosial di tengah masyarakat. Sebab, jarak interaksi sosial kurang dari 1,5 meter memberikan peluang besar penularan corona.

Di dalam orang yang positif corona, itu di dalam tubuhnya terdapat virus. Bila kemudian batuk atau bersih ada percikan ludah dan mengenai orang lain, dan disitu bisa terjadi penularan corona.

Penularan juga bisa terjadi tanpa kontak langsung, misal orang positif batuk atau bersin dan percikan ludahnya mengenai benda yang sering dipegang masyarakat. Contoh di angkutan massal, mungkin yang sering dipegang adalah gagang pintu, riling tangga, dan lainnya.

Orang yang sehat yang telah memegang benda tersebut tidak cuci tangan dengan sabun, dan langsung makan, minum atau menyentuh hidung, mulut, mata. "Ini menjadi bukti bertambahnya kasus. Ini masih akan terus menular," ujarnya.

"Maka saya minta sekali lagi mari patuhi bersama hindari kontak dekat, karena itu jaga jarak saat komunikasi sosial dengan siapa pun baik di rumah maupun di luar rumah," imbuhnya.

Baca Juga: Perangi Virus Corona, Pemerintah Keluarkan Rp158 Triliun 

Hal yang memprihatinkan, kata Yuri, masih banyak banyak masyarakat yang tidak memperhatikan hal ini. Padahal, meski pada kelompok usia muda dengan daya tahan tubuh yang baik, infeksi tetap bisa terjadi tanpa menimbulkan keluhan. Kalau pun ada, keluhan ringan berupa demam tak terlalu tinggi, batuk, filek dan ini sering dimaknai tidak sakit.

"Sehingga tanpa disadari kondisi yang penuh virus ini disebarkan ke mana-mana melalui kontak dekat dengan orang lain di luar rumah atau kontak dekat dengan saudara di rumah," ujarnya.

Yuri menegaskan, yang harus dipahami terhadap kelompok usia muda kalau sampai menularkan ke kelompok rentan baik karena usia atau penyakit bawaan dampak yang muncul akan lebih serius. Untuk itu pihaknya mengajak semua untuk memiliki pemahaman guna bersama-sama melakukan pencegahan penyebaran corona.

"Sekarang kita tidak bisa tahu pasti siapa di luar yang bertemu dengan kita itu sakit atau tidak, memang benar kita tidak akan bertemu dengan orang dengan sakit berat, namun bertemu dengan sakit ringan ini berpeluang besar menularkan kepada kita, maka itu jarak, ambil jaga jarak aman 2 meter ini menjadi penting, baik di dalam rumah maupun di luar rumah," katanya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini