nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tegal Akan Lockdown, DPR: Sebaiknya Kepala Daerah Ikuti Kebijakan Pemerintah Pusat

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Jum'at 27 Maret 2020 15:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 27 337 2189932 tegal-akan-lockdown-dpr-sebaiknya-kepala-daerah-ikuti-kebijakan-pemerintah-pusat-ENsORFuyiI.jpg Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia (Foto: iNews)

JAKARTA - Pemerintah Kota Tegal, Jawa Tengah mengumumkan bakal melakukan local lockdown untung mencegah penyebaran virus Covid-19 atau corona.

Mengenai hal tersebut, Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia mengimbau agar semua kepala daerah tak mengambil keputusan sendiri dan dapat berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Sebaiknya seluruh kepala daerah mengikuti instruksi dan kebijakan pemerintah pusat, terutama dengan Mendagri (Menteri Dalam Negeri),” kata Doli kepada wartawan di Jakarta, Jumat (27/3/2020).

Baca Juga: Ini Lokasi di Kota Tegal yang Terdampak Local Lockdown 

Dia memandang adanya rencana melakukan local lockdown di wilayah dikhawatirkan bakal membuat situasi kepanikan di masyarakat.

“Jangan mengambil langkah-langkah sendiri, apalagi langkah yang terkesan panik. Kalau pemimpinnya panik, bagaimana nanti rakyatnya,” tutur Doli.

infografis seputar corona 

Doli menyebut yang menentukan bangsa ini bisa mengatasi Corona salah satunya adalah bagaimana kita semua bersatu dengan tingkat kedispilinan yang tinggi dari semua masyarakat.

Seperti halnya disiplin untuk menjalankan seluruh instruksi pemerintah. Kemudian, dispilin untuk tetap di rumah, tidak berada di kerumunan, jaga jarak, hidup bersih, dan sehatkan badan.

“Oleh karena itu, kita semua, khususnya pemerintah, untuk tidak bosan bosannya memberikan himbauan, ajakan, edukasi serta membangun kesadaran kepada masyarakat. Termasuk bersikap tegas kepada masyarakat yang masih melawan kebijakan pemerintah, demi kebaikan semuanya,” tutup Doli.

Diwartakan sebelumnya, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono mengatakan wilayahnya akan menerapkan local lockdown dampak persebaran Covid-19 selama empat bulan atau mulai 30 Maret hingga 30 Juli 2020. Hal ini menyusul adanya satu warga Tegal dinyatakan positif terpapar virus corona.

Baca Juga: Jakarta Lengang Imbas WFH, Volume Kendaraan Turun 25 Persen 

Dedy mengatakan, daerah perbatasan Kota Tegal bakal ditutup menggunakan MBC beton. Local lockdown diterapkan untuk mengurangi persebaran virus corona.

"Kota Tegal akan full local lockdown. Seluruh perbatasan rencananya kita tutup tidak lagi dengan water barrier, tapi dengan MBC beton. Rencana kita tutup 30 maret sampai 30 Juli 2020. Ini demi keamanan kita bersama," kata Dedy dalam konferensi pers di Pendapa Ki Gede Sebayu, Balai Kota Tegal, Rabu 25 Maret 2020.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini