nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Utama Pencegahan Penyebaran Virus Corona

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Jum'at 27 Maret 2020 14:41 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 27 337 2189909 partisipasi-masyarakat-jadi-kunci-utama-pencegahan-penyebaran-virus-corona-4TonaNaNBD.JPG Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Fadjroel Rachman (Foto: iNews TV)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa partisipasi masyarakat menjadi kunci utama untuk pencegahan penyebaran wabah virus corona atau Covid-19. Physical distancing atau pembatasan fisik diterapkan guna memotong rantai penyebaran virus tersebut.

"Sebagian dari masyarakat secara sadar dan kritis mengikuti mekanisme pembatasan sosial. Namun, sebagian lagi belum menciptakan partisipasi ideal terkait mekanisme pembatasan sosial," kata Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Fadjroel Rachman dalam keterangannya, Kamis (27/3/2020).

Ia mengatakan, pemerintah telah membangun dalam konteks penanganan krisis Covid-19 itu dengan memerintahkan Polri untuk mendisiplinkan dan melakukan tindakan tegas.

"Oleh karenanya, Gugus Tugas mengeluarkan maklumat Kapolri tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dan penanganan penyebaran virus Covid-19 yang diteken Kapolri Jenderal Pol Idham Azis pada 19 Maret 2020," ujarnya.

Adapun dasar hukum pembatasan sosial itu diatur pada Pasal 212, 214, Pasal 216 ayat 1, dan Pasal 218 KUHP yang dapat digunakan kepada mereka yang berupaya melakukan perlawanan.

Infografis COVID-19

"Sementara untuk Pasal 216 ayat 1 dan Pasal 218 dapat dipakai untuk mereka yang menaati imbauan Polri namun tidak melakukan perlawanan," ujarnya.

Kerumunan massa yang dimaksudkan meliputi pertemuan sosial, pertemuan budaya, keagamaan, aliran kepercayaan dalam bentuk seminar lokakarya, sarasehan, dan lainnya.

"Selain itu juga konser musik, olahraga, kesenian, jasa hiburan, unjuk rasa, pawai, karnaval, serta kegiatan lainnya," imbuhnya.

Polri sudah membubarkan 1.731 kali pertemuan massa dan kerumunan. Pendekatan tindakan tegas Polri sejauh ini masih dalam tingkat demokratis yakni dialog dan ajakan.

"Presiden Jokowi mendorong penanganan Covid-19 dengan bekerja cepat dan tepat. Keselamatan, kesehatan dan daya sosial ekonomi harus diwujudkan. Karena keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini