IJTI Sesalkan Konpers Tatap Muka Kemenko Marves di Tengah Corona

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 27 Maret 2020 14:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 27 337 2189908 ijti-sesalkan-konpers-tatap-muka-kemenko-marves-di-tengah-corona-sJeEvLG8Ck.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), menyoroti konferensi pers secara langsung Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), di tengah merebaknya virus corona (Covid-19). Konferensi pers itu mengundang puluhan jurnalis dari berbagai media.

Konferensi pers tersebut tentang penyerahan bantuan dari Tiongkok kepada pemerintah Indonesia, di Gudang Angkasa Pura Kargo 530 (Cargo Area) Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Jumat (27/3/2020).

Ketua IJTI, Yadi Hendriana mengatakan, konferensi pers yang digelar justru menciptakan kerumunan yang berpotensi menyebarkan Covid-19. Jika ini terjadi tidak hanya menambah jumlah pasien yang tertular namun juga sangat membahayakan jiwa para jurnalis yang tengah meliput.

Baca juga: Pelanggar Aturan Social Distancing di Singapura Dikenakan Denda Rp112 juta atau Penjara 6 Bulan

“Sementara itu seluruh stasiun televisi sudah bertindak benar dengan melakukan pembagian tugas TV Pool untuk mempermudah proses pengambilan materi. Hal ini untuk memperkecil kerumunan jurnalis dan mendukung program pemerintah dalam physical distancing dan mencegah laju virus corona,” kata Yadi, di Jakarta, Jumat (27/3/2020).

Infografis Okezone

Menyikapi hal ini, IJTI mengeluarkan pernyataan, sebagai berikut:

1. IJTI menyesalkan penyelenggaraan konferensi pers Kemenkomarves yang tidak mengindahkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19

2 . Jika masih ada konferensi pers tatap muka, dalam kondisi darurat virus corona, tidak dibenarkan newsroom menugaskan jurnalisnya.

2. IJTI mendesak semua instansi pemerintah dalam memberikan keterangan pers dilakukan secara live streaming atau TV pool tanpa mengundang Jurnalis untuk hadir. Mengingat mengundang Jurnalis hadir dan berkerumun akan membahayakan nyawa serta keselamatan jurnalis.

3. Mengimbau seluruh perusahaan media untuk memastikan keselamatan para jurnalis saat menjalankan tugas. Jika tugas liputan dinilai membahayakan jurnalis, perusahaan media wajib membatalkan penugasan tersebut.

4. Mengimbau para jurnalis mengutamakan keselamatan saat menjalankan peliputan dengan mematuhi protokol kesehatan serta mitigasi peliputan Covid-19.

5. Mengimbau semua pihak untuk mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan sebagai bagian dari kesungguhan memerangi penyebaran Covid-19.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini