Share

Mendagri Imbau Masyarakat Tunda Mudik Lebaran Tahun Ini

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Jum'at 27 Maret 2020 10:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 27 337 2189719 mendagri-imbau-masyarakat-tunda-mudik-lebaran-tahun-ini-33791WoL0k.jpg Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. (Foto: Dok Okezone/Fakhrizal Fakhri)

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengimbau beberapa pemerintah daerah meminta warganya menunda mudik saat momen Lebaran tahun ini. Hal ini untuk mengurangi risiko penularan corona virus disease atau covid-19.

"Kebijakan diam di rumah, work from home, mengurangi perjalanan ke luar kota, physical distancing, dan meniadakan acara kerumunan orang banyak yang sudah dicanangkan oleh Kemendagri ke seluruh pemda. Sebenarnya juga bermakna sama dengan anjuran penundaan untuk mudik massal dalam rangka jelang Lebaran yang sudah mendekat itu," kata Staf Khusus Kemendagri Kastorius Sinaga dalam keterangannya, Jumat (27/3/2020).

Mendagri Tito Kaenavian, kata dia, mengapresiasi langkah dan pendekatan pemda seperti dilakukan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang mengimbau warganya menunda mudik Lebaran.

"Juga Mendagri Tito menilai positif langkah terobosan Gubernur Jateng itu yang membangun komunikasi dan kerja sama dengan provinsi asal mudik, seperti Jabodetabek dan Jabar, untuk sosialisasi gerakan tunda mudik tahun ini. Tentu dalam tingkat implementasi, kita paham juga bahwa upaya tersebut tidak berarti akan mampu mencegah arus mudik secara keseluruhan," terangnya.

Menurut Kastorius, pemerintah akan melarang acara mudik bareng yang biasanya banyak digelar saat momen hari raya Idul Fitri karena sudah menjadi tradisi di masyarakat.

"Dari data yang kita miliki, bila kita dapat mereduksi secara signifikan jumlah dan frekuensi program mudik bareng maka volume arus mudik dari kota-kota besar seperti Jabodetabek, yang merupakan episentrum persebaran Covid-19, akan dapat ditekan secara signifikan," jelasnya.

Ia menerangkan, Kemendagri bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 akan melakukan pembatasan secara ketat acara mudik bareng pada tahun ini. Bahkan, imbuh dia, pihaknya sedang mempertimbangkan matang pelarangan mudik bareng sebagai kebijakan.

"Biasanya mudik bareng sangat identik dengan pengumpulan massa besar yang berdesakan, baik di saat pemberangkatan, di perjalanan, hingga di ketibaan. Seperti kita tahu, mudik bareng cukup melelahkan dan pastinya mengakibatkan stamina ketahanan tubuh peserta mudik drastis ngedrop dan menjadi sasaran empuk serangan Covid-19," imbuhnya.

Info grafis virus corona (Covid-19). (Foto: Okezone)

Laporan riset WHO telah menunjukkan bahwa penularan Covid-19 sudah bersifat aerosol, yaitu transmisi lewat tumpangan partikel di udara. Secata otomatis mudik bareng, utamanya lewat moda transportasi darat, kereta api yang memakan waktu berjam-jam di perjalanan dengan kondisi sesak penumpang tentu menjadi ground field penularan Covid-19 secara masif.

"Dalam berbagai surat edaran dan juga kunker Mendagri Tito ke empat provinsi yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan Sumatera Selatan sudah mengingatkan para gubernur untuk segera mengambil langkah-langkah detail di lapangan untuk antisipasi mudik jelang Lebaran," ungkap Kastorius.

Ia menambahkan, rapid test Covid-19 sudah mulai dilakukan di daerah-daerah, khususnya DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Mendagri pun mengingatkan agar kepala daerah benar-benar mengikuti protokel rapid test secara saksama guna menghindari efek penularan akibat berdesakan di saat tes.

"Mendagri menyatakan bahwa rapid test ini akan otomatis berdampak pada menurunnya mobilitas arus mudik karena mereka yang positif dan masuk kategori ODP dan tentu akan tertunda mobilitasnya karena akan mengikuti program pengawasan atau karantina. Proses ini akan juga menghambat penularan ke desa tujuan mudik," tutur Kastorius.

Dia menjelaskan, Kemendagri bersama Gugus Tugas Covid-19 dan pemda serta instansi lainnya akan bekerja maksimal dalam mencegah penularan virus corona saat Lebaran tahun ini.

"Ini merupakan pembelajaran penting bagi birokrasi pusat dan daerah untuk menerapkan aneka kebijakan bersifat makro kita implementasikan secara detail dan terkendali hingga di tingkat praksis dan mikro," tandasnya.

Follow Berita Okezone di Google News

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini