Pandemi Virus Corona, Gugus Tugas Cari Relawan untuk Jadi Pejuang Kemanusiaan

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 26 Maret 2020 19:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 26 337 2189510 pandemi-virus-corona-gugus-tugas-cari-relawan-untuk-jadi-pejuang-kemanusiaan-EoY5LutfJu.jpg Ilustrasi (Dok. Okezone)

JAKARTA - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kembali mencari relawan untuk menjadi pejuang kemanusiaan. Para relawan sangat dibutuhkan untuk membantu menangani pandemi virus corona atau covid-19 yang sudah menyebar di 27 provinsi Indonesia.

"Sore ini kami dari gugus tugas percepatan penanganan covid 19 sekali lagi memanggil, mengajak para relawan untuk menjadi bagian dari pejuang kemanusiaan," Koordinator Relawan Gugus Tugas, Andre Rahadian saat konpers yang disiarkan secara langsung melalui akun Youtube BNPB, Kamis (26/3/2020).

Pendaftaran untuk menjadi pejuang kemanusiaan, kata Andre, bisa melalui situs deskrelawanpb.bnpb.go.id. Kata Andre, pemerintah sedang membutuhkan relawan untuk menjadindikter, perawat, administrasi rumah sakit, hingga perawat.

"Saat ini Indonesia membutuhkan sekitar 1.500 dokter, terutama dokter spesialis paru, dokter spesialis anastesi dan juga dokter umum pranata lab sekitar 2500 perawat, dan juga bagian administrasi rumah sakit sampai ke supir ambulan. ini semua kita terima dan kita panggil sebagai relawan untuk persiapan kita menghadapi pandemi ini," bebernya.

Sejauh ini, ditambahkan Andre, pihaknya sudah bekerjasama dengan berbagai lembaga swadaya masyarakat (LSM) serta perguruan tinggi untuk mencari sosok yang ingin menjadi pejuang kemanusiaan. Ia pun mengajak masyarakat untuk ikut andil membantu menangani pandemi Covid-19 ini.

Baca Juga : 83 Pasien Covid-19 Dirawat di RSPI Sulianti Saroso, 10 Meninggal Dunia

"Mengajak semua elemen untuk bergabung menjadi relawan di mana para dokter dan perawat serta administrasi rumah sakit farmasi akan berada di gugus depan menangani pasien, menangani rumah sakit sementara," ujarnya.

"Sementara teman-teman mahasiswa, mahasiswa tingkat akhir, akan menjadi lapis kedua sebagai bagian dari pencegahan. teman-teman mahasiswa akan membantu konsultasi baik psikologis maupun medis yang akan dilakukan melalui platform online," sambungnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini