nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Begini Protokol Pengurusan Jenazah Pasien Corona Beragama Katolik

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 26 Maret 2020 14:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 26 337 2189297 begini-protokol-pengurusan-jenazah-pasien-corona-beragama-katolik-TtlqUmIO2J.jpg Ilustrasi penanganan pasien corona (Okezone)

JAKARTA – Jumlah orang yang terinfeksi virus korona atau Covid-19 di Indonesia terus bertambah. Begitu juga dengan pasien yang meninggal dunia. Hingga Rabu kemarin tercatat angka kematian akibat corona di Tanah Air sudah 58 orang. Jenazah mereka tentu saja harus diperlakukan khusus.

Ditjen Bimas Katolik Kementerian Agama RI menerbitkan protokol pengurusan jenazah pasien Covid-19 yang beragama Katolik.

Plt Dirjen Bimas Katolik Aloma Sarumaha mengatakan protokol diterbitkan sebagai panduan bersama jika ada umat Katolik yang meninggal dengan status pasien Covid-19. "Protokol ini kami susun setelah berkoordinasi dengan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI)," katanya di Jakarta, Kamis (26/3/2020).

"Prinsipnya, pengurusan jenazah pasien COVID-19 dilakukan oleh petugas kesehatan pihak Rumah Sakit yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan," lanjut Alona seperti dilansir dari laman resmi Kemenag RI.korona

Berikut ini protokol pengurusan jenazah Covid-19 beragama Katolik:

1. Pengurusan jenazah pasien Covid-19 dilakukan oleh petugas kesehatan pihak Rumah Sakit yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

2. Jenazah pasien Covid-19 dipakaikan pakaian sepantasnya lalu dimasukkan ke dalam kantung jenazah bahan dari plastik (tidak dapat tembus air) dan kemudian dimasukkan ke dalam peti jenazah.

Baca juga: Begini Cara Mengurus Jenazah Pasien Corona yang Muslim

3. Jenazah yang sudah dimasukkan ke dalam peti tidak boleh dibuka lagi kecuali dalam keadaan mendesak seperti autopsi dan hanya dapat dilakukan oleh petugas berwenang.

4. Jenazah disemayamkan tidak lebih dari 4 jam.

5. Khusus mengenai penghantaran jenazah ke pemakaman mengikuti prosedur yang diatur oleh Pemerintah, dalam hal ini Dinas Kesehatan, sehingga petugas Gereja Katolik untuk urusan ibadah pemakaman harus mengikuti prosedur tersebut.

6. Ibadah pemakaman diatur oleh petugas Gereja Katolik sesuai dengan prosedur ibadah pemakaman biasa dengan hanya mengikutsertakan perwakilan keluarga yang jumlahnya disesuaikan berdasarkan saran atau petunjuk petugas kesehatan.

7. Selama ibadah pemakaman, seluruh petugas Gereja Katolik dan perwakilan keluarga harus mengikuti prosedur kesehatan menyangkut sanitasi, physical distancing, dan hal-hal lainnya yang diatur dalam pencegahan infeksi Covid-19.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini