nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wisma Atlet Dijadikan RS Darurat untuk Antisipasi Skenario Terburuk Covid-19

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 26 Maret 2020 11:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 26 337 2189166 skenario-terburuk-kasus-covid-19-di-dki-bisa-capai-8-000-orang-ad24S9DvHF.JPG Ilustrasi (Foto: Reuters)

JAKARTA - Pangdam Jaya, Mayjen TNI Eko Margiyono membeberkan latar belakang pemerintah merubah Wisma Atlet Kemayoran menjadi Rumah Sakit Darurat Covid-19 atau virus corona. Kata Eko, langkah pemerintah mendirikan RS Wisma Atlet untuk mengantisipasi adanya lonjakan pasien yang terpapar virus corona.

"Perlu kami sampaikan latar belakang didirikannya rumah sakit ini adalah pemerintah sudah mengantisipasi apabila penyebaran virus Covid-19 tidak bisa kita bendung maka pasti akan banyak yang terpapar oleh virus ini. Sementara kalau mengandalkan rumah sakit yang ada, jelas tidak akan mungkin," kata Eko Margiyono dalam konpers di Graha BNPB yang disiarkan live melalui akun YouTube BNPB, Kamis (26/3/2020).

Salah satu jenderal TNI yang ditunjuk untuk memimpin operasi penanganan Covid-19 di RS Wisma Atlet itu menjelaskan, pemerintah sudah menyiapkan skenario terburuk untuk menangani wabah Covid-19 dengan mendirikan RS Wisma Atlet. Skenario terburuk yang diprediksi pemerintah yakni antisipasi adanya lonjakan 6.000 hingga 8.000 orang yang terpapar Covid-19.

"Dari hasil simulasi Forkominda DKI, karena daerah Jakarta paling banyak terpapar virus ini. Skenario yang terburuk adalah bisa mencapai 6.000 sampai 8.000 orang positif. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi hal itu, pemerintah bergerak cepat merubah yang selama ini Wisma Atlet dirubah menjadi rumah sakit darurat Covid 19," terangnya.

Infografis COVID-19

Sejauh ini, RS Wisma Atlet telah menerima sebanyak 208 pasien itu dalam jangka waktu 3 hari. RS Darurat Covid-19 itu sendiri baru beroperasi sejak 23 Maret 2020. Ada lonjakan pasien yang dirawat di RS Wisma Atlet dalam kurun waktu 3 hari.

"Jadi, pertama tanggal 24 pagi, itu ada 74 pasien, kemudian pada tanggal 25 pagi, itu 178, dan pagi ini sudah 208 pasien," bebernya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini