nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pangdam Jaya: RS Darurat Wisma Atlet Mampu Tampung 3.000 Pasien Covid-19

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Kamis 26 Maret 2020 10:55 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 03 26 337 2189159 pangdam-jaya-rs-darurat-wisma-atlet-mampu-tampung-3-000-pasien-covid-19-1OucmidmZp.JPG Pangdam Jaya, Mayjen TNI Eko Margiyono (Foto: YouTube/BNPB Indonesia)

JAKARTA - Panglima Komando Daerah Militer Jayakarta (Pangdam Jaya) Mayjen TNI Eko Margiyono mengatakan, rumah sakit darurat corona di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat dapat menampung 3.000 pasien.

Eko menjelaskan, di Wisma Atlet, pemerintah membuka tower enam dan tujuh untuk menampung pasien positif penyakit tersebut. Rinciannya adalah tower tujuh mempunyai kapasitas 1.700 orang dan tower enam berkapasitas 1.300 orang.

"Kapasitas yang tersedia saat ini, dari 2 tower yang disiapkan menjadi RS. Tower 7 itu mampu menampung 1.700 orang. Sedangkan tower 6, 1.300, sehingga total 3 ribu pasien mampu ditampung di rumah sakit ini," kata Eko dalam keterangan resmi di akun YouTube BNPB, Kamis (26/3/2020).

Eko menuturkan, pihaknya pun telah menyiagakan tower 4 dan tower 5 jika seandainya skenario bertambah buruk. Misalnya, jumlah pasien positif kembali bertambah.

"Kalau skenario bertambah buruk, maka kami bisa gunakan tower 4 dan tower 5," ujar Eko.

Wisma Atlet

Menurut Eko, rumah sakit darurat ini berbeda dengan rumah sakit yang menjadi rujukan penanganan Covid-19 lainnya. Sebab, rumah sakit darurat di Wisma Atlet ini menerapkan pelayanan self handling dengan sistem visit video call.

"Kami juga ingin menyampaikan ke masyarakat Rumah sakit ini berbeda dengan rumah sakit lain. Karena rumah sakit ini menerapkan dengan sistem pelayanan self handling dengan sistem visit video call," tutur Eko.

Selain itu, sistem self karantina dan limitasi kontak dengan petugas kesehatan turut diterapkan. Jika nantinya seorang pasien kondisinya makin memburuk, maka akan dirujuk menuju rumah sakit lainnya.

"Kedua, self karantina, ketiga limitasi kontak dengan petugas. Keempat apabila makin memberat akan dirujuk ke rumah sakit rujukan. Sudah ada pasien yang datang, kemudian setelah diperiksa karena berat, kami rujuk," tutup Eko.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini