Polisi Tangkap Penyebar Hoaks Pendeta Tewas karena Corona di Lampung

Puteranegara Batubara, Okezone · Kamis 26 Maret 2020 10:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 26 337 2189136 polisi-tangkap-penyebar-hoaks-pendeta-tewas-karena-corona-di-lampung-zyba4FPUbE.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Tim Cyber Patrol Subdit V Cyber Crime Polda Lampung menangkap pelaku penyebar video hoaks terkait postingannya yang menyatakan ada seorang pendeta meninggal dunia akibat terpapar virus corona (Covid-19) di Rumah Sakit Umum dr Abdul Moeloek (RSUDAM) Lampung.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, pelaku yang karena menyebar informasi palsu itu bernama Nirwan Setiawan (40).

"Pelaku diringkus pada Selasa 24 Maret 2020 kemarin," kata Pandra kepada Okezone di Jakarta, Kamis (26/3/2020).

Pandra menjelaskan, penangkapan itu bermula ketika pihaknya melakukan patroli media sosial. Ketika itu, ditemuka salah satu postingan video berdurasi 1 menit 20 detik disertai caption pendeta yang terkena Covid-19 meninggal dunia di RSUDAM.

"Postingan video ini sempat membuat masyarakat resah," ujar Pandra.

Setelah mendapatkan postingan yang tidak benar itu, lanjut Pandra, tim pun langsung melakukan konfirmasi ke pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung untuk menanyakan apakah benar salah satu pasien 01 yang sedang diisolasi di RSUDAM tersebut telah meninggal dunia.

Ilustrasi

"Dinas Kesehatan Lampung lalu melaporkan bahwa pasien 01 itu baik-baik saja. Setelah mendapatkan jawaban itu, tim pun langsung bergerak dan mencari keberadaan pelaku. Dan pelaku pun berhasil ditemukan lalu langsung diamankan,” tuturnya.

Setelah pelaku berhasil diamankan, Pandra menyebut, pihaknya langsung menggali motif dan tujuan dari pelaku. Ternyata, pelaku menyebarkan video tersebut hanya untuk memberitahukan ke masyarakat saja.

"Dan video itu dirinya sebar ke WhatsApp Grup (WAG) RT 11 LK 1 PWK," kata Pandra.

Atas perbuatannya, polisi menjerat pelaku dengan Pasal 14 ayat (2) sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Republik Indonesia (RI) Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan ancaman hukuman 3 tahun kurungan penjara.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini