nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Meski Berduka, Jokowi Akan Tetap Hadiri KTT Luar Biasa G20 Bahas Covid-19

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Kamis 26 Maret 2020 09:51 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 26 337 2189124 meski-berduka-jokowi-tetap-hadiri-ktt-luar-biasa-g20-bahas-covid-19-secara-virtual-iHPq6EZkdW.jpg Presiden Joko Widodo (Foto: Ist)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dipastikan akan tetap ikut dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa secara virtual guna membahas penanganan Covid-19.

Kepala Negara akan bertolak menuju Istana Bogor lantaran akan menghadiri KTT Luar Biasa itu secara virtual sekira pukul 19.00 WIB. Saat ini, Kepala Negara tengah mempersiapkan proses pemakaman almarhumah ibundanya, Sudjiatmi Notomihardjo, yang tutup usai setelah empat tahun berjuang melawan penyakit kanker.

"Semalam Mensesneg dan Saya (Seskab) mendampingi Bapak Presiden sampai pukul 23.00 WIB. Beliau tabah sekali dan tetap memikirkan urusan kerja terutama yang berkaitan dengan penanganan Covid 19," kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung dalam keterangannya, Kamis (26/3/2020).

"Dan penyiapan sidang pemimpin KTT G-20 secara video conference (virtual) yang akan dilakukan hari ini pukul 19.00 WIB. Rencananya, Presiden akan tetap hadir dan menyampaikan pandangannya dari Istana Bogor," tambah dia.

infografis seputar corona

Baca Juga: Ibunda Meninggal, Presiden Jokowi Tabah dan Tetap Pikirkan Penanganan Covid-19 

Diketahui, negara dengan perekonomian terbesar dunia yang tergabung dalam G20 akan mengadakan KTT Luar Biasa secara virtual untuk membahas penanganan Covid-19.

Kepala Negara Arab Saudi Raja Salman sebagai Presidensi G20 tahun 2020 akan memimpin KTT yang akan diselenggarakan pada hari ini, Kamis 26 Maret 2020 pukul 19.00 WIB. Diharapkan para Kepala Negara G20 dapat menghasilkan suatu pernyataan bersama terkait Covid-19.

Negara-negara G20 dan organisasi internasional terkait diantaranya PBB, WHO, Bank Dunia dan IMF akan membahas penanganan krisis pandemi Covid-19, hingga dampak ekonomi dan sosial yang berpengaruh pada global supply-chain.

IMF memperkirakan bahwa dampak Covid-19 berpotensi seburuk krisis ekonomi global pada tahun 2008. Untuk itu, pertemuan G20 kali ini sangat dinanti-nanti dunia guna mendukung stabilitas keuangan dan perekonomian dunia.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini