Work From Home Berdampak Perbaikan Kualitas Udara di Jakarta

Fadel Prayoga, Okezone · Rabu 25 Maret 2020 13:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 25 337 2188774 work-from-home-berdampak-perbaikan-kualitas-udara-di-jakarta-ZJOMykqwnJ.jpg Kualitas udara di Jakarta sebelum penerapan WFH. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH), guna mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19) di Jakarta, jadi salah satu faktor perbaikan kualitas udara di Ibu Kota. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih menyebut, perbaikan udara juga dipengaruhi oleh curah hujan dan arah angin.

“Hujan yang turun di Jabodetabek juga turut membantu tercucinya atmosfer dari polusi,” kata Andono dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, Rabu (25/3/2020). 

Infografis Okezone

Ia menjelaskan, berdasarkan pemantauan di lima Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU) yang dikelola Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, terlihat adanya perbaikan kualitas udara. Kosentrasi Particulate Matter (PM) 2,5 menurun selama penerapan WFH. PM 2,5 adalah partikel halus di udara yang ukurannya 2,5 mikron atau lebih kecil dari itu. 

Baca juga: PT KCI Terapkan Physical Distancing di KRL, Begini Aturan bagi Penumpang

“Namun, penurunan ini juga konsisten dengan tingkat curah hujan. Ketika curah hujan tinggi, kosentrasi parameter PM 2.5 menunjukan penurunan dan ketika hari-hari tidak hujan, kosentrasi parameter PM 2.5 sedikit meningkat,” ujarnya. 

Selain itu, lanjut dia, arah angin juga berpengaruh terhadap polutan jenis PM 2.5.

"Arah angin yang mengarah ke Ibu Kota juga memengaruhi konsentrasi parameter PM 2.5,” imbuhnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini