Share

Presiden Jokowi Ikuti KTT G20 Bahas Covid-19 secara Virtual

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Rabu 25 Maret 2020 13:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 25 337 2188760 presiden-jokowi-ikuti-ktt-g20-bahas-covid-19-secara-virtual-4b9AGUXYBn.jpg Presiden Jokowi. (Foto: Dok Okezone/Arif Julianto)

JAKARTA – Sejumlah negara dengan perekonomian terbesar dunia yang tergabung dalam G20 akan mengadakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa secara virtual guna membahas penanganan wabah corona virus disease (Covid-19).

Presiden Joko Widodo dijadwalkan mengikuti kegiatan tersebut. Selain itu, Kepala Negara Arab Saudi Raja Salman sebagai Presidensi G20 Tahun 2020 akan memimpin KTT yang akan diselenggarakan pada Kamis 26 Maret 2020 pukul 19.00 WIB.

Baca juga: Presiden Jokowi Akan Ikuti KTT Luar Biasa G20, Bahas Penanganan Pandemi Covid-19

Para Kepala Negara G20 bakal membuat suatu pernyataan bersama terkait Covid-19.

Berdasarkan keterangan pers Kementerian Luar Negeri, Rabu (25/3/2020), Presiden Jokowi akan berdiskusi secara daring dengan para pemimpin negara anggota G20 dan organisasi internasional terkait, di antaranya PBB, WHO, Bank Dunia, dan IMF.

Tujuannya untuk membahas penanganan krisis pandemi global virus corona, kemudian dampak terhadap ekonomi dan sosial yang berpengaruh pada global supply-chain.

Dijelaskan, IMF memperkirakan dampak Covid-19 berpotensi seburuk krisis ekonomi global pada 2008. Maka itu, pertemuan G20 kali ini sangat dinanti-nanti dunia untuk mendukung stabilitas keuangan serta perekonomian dunia.

Info grafis virus corona (Covid-19). (Foto: Okezone)

Presiden Jokowi akan berpartisipasi dalam KTT G20 tersebut untuk mendorong solidaritas global yang memerlukan aksi bersama dan terkoordinasi, seperti kepentingan untuk kebutuhan akses dan keterjangkauan peralatan kesehatan serta vaksin.

Dilaporkan, bagi Indonesia dan negara berkembang lainnya, dukungan pendanaan dalam mekanisme bilateral, regional, ataupun multilateral secara global perlu didukung peningkatan kerja sama internasional dalam memerangi Covid-19 dan segala dampak ekonomi-sosialnya.

Kemudian aspek perdagangan internasional dan kerja sama internasional juga menjadi pokok bahasan utama guna menjamin kelancaran arus barang dan jasa, serta penguatan upaya global dalam merespons Covid-19.

Sebelum diselenggarakannya KTT G20 Luar Biasa Virtual, G20 telah melaksanakan pertemuan virtual Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 pada 23 Maret 2020, serta pertemuan Sherpa G20 pada 25 Maret.

Dalam pertemuan virtual para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral, telah dibahas paket stimulus dalam kerangka Covid-19.

Baca juga: Pemerintah Beri Insentif ke Dokter hingga Tenaga Medis yang Tangani Covid-19 

Di samping itu, organisasi internasional seperti Bank Dunia dan IMF juga sepakat mengeluarkan bantuan pendanaan guna meredam dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian global.

Dalam pertemuan Sherpa G20, Indonesia telah menyampaikan perlunya G20 untuk fokus mendukung negara berkembang dan Least Developed Countries (LDCs) sebagai pihak yang diperkirakan paling rentan terhadap dampak pandemi Covid-19.

G20 yang dibentuk pada 1999 merupakan forum utama kerja sama ekonomi internasional yang memiliki posisi strategis yang secara kolektif mewakili 85 persen GDP dunia, 75 persen perdagangan global, dan 2/3 penduduk dunia.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini