1.152 WBP Beragama Hindu Terima Remisi Khusus Hari Raya Nyepi 2020

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Rabu 25 Maret 2020 10:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 25 337 2188687 1-152-wbp-beragama-hindu-terima-remisi-khusus-hari-raya-nyepi-2020-gH3lUNojUX.jpg Ilustrasi lapas. (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) memberikan Remisi Khusus (RK) Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1942 kepada 1.152 dari 1.785 warga binaan pemasyarakatan (WBP) atau narapidana beragama Hindu di seluruh lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan negara di Indonesia.

Adapun WBP penerima RK Hari Raya Nyepi 2020 dibagi dalam dua kelompok yakni RK I dan RK II. Dari total 1.152 WBP penerima RK Hari Raya Nyepi, sebanyak 1.151 WBP menerima RK I atau pengurangan sebagian hukuman dijalani.

"Hal itu dengan rincian 294 orang menerima remisi 15 hari, 755 narapidana remisi 1 bulan, 84 narapidana remisi 1 bulan 15 hari, dan 2 bulan remisi untuk 18 narapidana," papar Plt Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nugroho dalam keterangannya, Rabu (25/3/2020).

"Sedangkan 1 WBP menerima RK II atau langsung bebas usai menerima remisi 15 hari," tambahnya.

Ia mengatakan, remisi diberikan kepada WBP yang sudah memenuhi persyaratan administratif dan substantif.

"Seperti telah menjalani pidana minimal 6 bulan, tidak terdaftar pada register F, serta turut aktif mengikuti program pembinaan di lapas atau rutan," tuturnya.

Remisi yang diberikan diharapkan dapat memotivasi narapidana mencapai penyadaran diri yang tercermin dari sikap dan perilaku sehari-hari.

Dia menjelaskan, pemberian remisi juga merupakan wujud negara hadir memberikan perhatian dan penghargaan bagi narapidana.

"Untuk selalu berintegritas, berkelakuan baik selama menjalani pidana, tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran yang telah ditentukan," imbuhnya.

Di tengah pandemi Covid-19, jelas dia, hak-hak WBP juga dipastikan diberikan, seperti remisi, hak integrasi, layanan kunjungan daring, dan layanan kesehatan.

"Kami terus memantau perkembangan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan. Beberapa UPT Pemasyarakatan juga tengah disiapkan sebagai rujukan isolasi mandiri apabila terdapat tahanan dan narapidana ODP dan PDP," jelasnya.

"Yang diprioritaskan antara lain LPKA Medan, Lapas Pemuda Tangerang, Lapas Salemba, Lapas Wirogunan, Lapas Purwokerto, Rutan Perempuan Bandung, dan Lapas Porong. Wilayah lainnya akan mengusulkan UPT Pemasyarakatan yang dapat menjadi rujukan isolasi mandiri," terangnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini