Perlu 2 Kali Rapid Test untuk Pastikan Infeksi Covid-19

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 24 Maret 2020 17:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 24 337 2188378 perlu-2-kali-rapid-test-untuk-pastikan-infeksi-covid-19-JAV6mXJP7G.JPG Jubir Percepatan Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto (Foto: YouTube/@BNPB Indonesia)

JAKARTA - Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto memastikan pihaknya akan melakukan dua kali rapid test atau tes cepat untuk mengetahui penyebaran virus corona di masyarakat. Hal itu dilakukan untuk memastikan apakah seseorang positif terinfeksi atau tidak.

"Kita sudah menyepakati kita akan mengulang kembali rapid test setelah 10 hari," kata Yurianto saat konferensi pers di Graha BNBP melalui tayangan yang di-publish di laman YouTube, Selasa (24/3/2020).

Yurianto menjelaskan, rapid test yang dilaksanakan pemerintah menggunakan metode pemeriksaan antibodi. Sehingga, tes tersebut tidak langsung dapat mengetahui ada atau tidaknya virus di dalam tubuh manusia.

Sebenarnya, kata Yurianto, ada tes lainnya untuk mengecek seseorang positif Covid-19 atau tidak. Tes tersebut yakni dengan menggunakan antigen. Tes antigen dengan mengambil sampel di bagian rongga hidung ataupun mulut.

Infografis COVID-19

Namun, saat ini pemerintah baru melakukan tes massal dengan rapid test antibodi. Yurianto berharap, dengan adanya dua kali pemeriksaan hasilnya benar-benar bisa dipercaya.

"Diharapkan kita bisa menjaring secara cepat tentang keberadaan kasus positif. Rapid test antibodi tentunya kalau hasilnya negatif kita belum bisa memberikan jaminan tidak terinfeksi. Bisa saja terinfeksi tapi pada tahap tahap awal. Karena antibodinya belum terbentuk," sebut Yurianto.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini