Jam Rolex Milik Koruptor Laku Ratusan Juta saat Dilelang KPK

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 23 Maret 2020 21:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 23 337 2187943 jam-rolex-milik-koruptor-laku-ratusan-juta-saat-dilelang-kpk-9GBKfElTl9.jpg Ilustrasi Gedung KPK

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil melelang sejumlah barang rampasan hasil tindak pidana korupsi (tipikor) dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah. Barang-barang itu hasil rampasan KPK dari perkara yang menyeret mantan Bupati Talaud, Sri Wahyumi Maria Manalip dan mantan Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Klaten, Sudirno.

"Hari ini, KPK yang diwakili oleh dua Jaksa eksekusi yaitu Josep Wisnu Sigit dan Leo Sukoto Manalu bersama dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta III telah melaksanakan lelang eksekusi barang rampasan secara terbuka (open biding)," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Senin (23/3/2020).

Ilustrasi Jam Rolex

Adapun, barang-barang yang berhasil dilelang yakni, satu tas wanita merek Chanel beserta kotaknya laku dengan harga Rp52.883.000. Kemudian, satu jam tangan wanita berwarna emas dan perak merek Rolex laku dengan harga Rp100.765.000

Selanjutnya, satu buah cincin emas putih dengan tiga buah berlian, laku dengan harga Rp44.103.000. Lantas, satu paket terdiri dari enam handphone laku terjual dengan harga Rp12.007.000 serta satu paket terdiri dari lima handphone yang laku terjual dengan harga Rp2.589.000.

"Sehingga- total pemasukan bagi kas negara sebesar Rp212.347.000," ungkap Ali Fikri.

Baca Juga : Wakil Wali Kota Bandung : Saya Dinyatakan Positif Corona

Dijelaskan Ali, barang-barang yang berhasil di lelang tersebut sesuai dengan putusan majelis hakim tipikor yang telah berkekuatan hukum tetap untuk terpidana Sri Wahyumi Maria Manalip dan Sudirno.

Sri Wahyumi merupakan terpidana penerima suap dari pengusaha terkait pekerjaan revitalisasi Pasar Lirung dan Pasar Beo tahun anggaran 2019 di Kabupaten Talaud. Sedangkan Sudirno, merupakan terpidana penerima suap dan gratifikasi terkait pengadaan untuk Disdik Klaten tahun anggaran 2016.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini