Share

Cegah Corona, Mahfud MD Minta Aparat TNI-Polri Bubarkan Kerumunan Massa

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Senin 23 Maret 2020 17:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 23 337 2187853 cegah-corona-mahfud-md-minta-aparat-tni-polri-bubarkan-kerumunan-massa-TVniZrPdEM.jpg Menko Polhukam, Mahfud MD (foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menko Polhukam Mahfud MD mengungkapkan rapat bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, telah meminta aparat TNI-Polri untuk turun tangan guna melakukan pembubaran bila adanya pertemuan banyak orang atau kerumunan massa.

"TNI dan Polri ikut turun tangan secara selektif dibantu oleh satpol PP di daerah-daerah untuk melakukan pembubaran terhadap kerumunan-kerumunan orang yang membahayakan," kata Mahfud di Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (23/3/2020).

Mahfud mengatakan, saat ini masyarakat terus diminta untuk melakukan physical distancing atau menerapkan jarak fisik. Menurut dia, istilah social distancing tak lagi dipakai lantaran physical distancing merupakan istilah yang lebih tepat untuk mencegah penyebaran virus corona.

"Itu yang ditempuh oleh pemerintah agar melakukan hubungan-hubungan dengan orang lain itu dihindari kalau tidak sangat penting, kalau sangat penting, jaraknya diatur 1 meter dan membersihkan diri, tangan, wajah, baju, dan sebagainya itu supaya dilakukan oleh masyarakat atas bimbingan pemerintah," jelasnya.

Mantan Ketua MK itu menegaskan, pemerintah tak akan mengambil opsi lockdown setelah mencoba membatasi transportasi massal namun berdampak tidak baik untuk para penggunanya.

"Memang pilihan apapun pasti ada yang kritik, ada yang mengatakan lockdown, begitu dicoba lockdown terbatas dalam transportasi misalnya udah ributnya bukan main. Ketika ada misalnya perintah mengurangi kerja di kantor, itu kan juga sudah banyak orang mengeluh juga," imbuhnya.

Mahfud meminta para pekerja harian yang paling terdampak setelah adanya imbauan untuk bekerja di rumah untuk bersabar. Selain itu, kata dia, pemerintah dan masyarakat harus saling kompak dan saling menjaga dalam menanggulangi penyebaran Covid-19.

"Adapun pemerintah sekarang sudah membuat kebijakan baru tenaga medis yang kemarin banyak laporan mempertaruhkan sendiri untuk menyelematkan nyawa orang lain pemerintah sekarang sudah menyediakan APD supaya dilengkapi," sambungnya.

"Dan pemerintah sudah mengimpor banyak barang sekarang ini dan juga memberikan insentif dan santunan tadi," tuturnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini