Jokowi: Chloroquine Bukan Obat Bebas, Harus Melalui Resep Dokter

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Senin 23 Maret 2020 10:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 23 337 2187489 jokowi-chloroquine-bukan-obat-bebas-harus-melalui-resep-dokter-yg4DKH3zPA.jpg Presiden Joko Widodo (Foto: Biro Pers Setpres RI/Kris)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa obat Chloroquine yang digunakan sebagai terapi bagi pasien Covid-19 merupakan produksi dalam negeri oleh Kimia Farma yang merupakan perusahaan BUMN.

"Dan pada pagi hari ini saya ingin menyampaikan yang berkaitan dengan Chloroquine, ini produksi negara kita, barang ini produksi indonesia, produksi Kimia Farma," kata Jokowi saat memantau Wisma Atlet yang akan digunakan sebagai rumah sakit darurat corona di Jakarta, Senin (23/3/2020).

Jokowi menerangkan bahwa Chloroquine bukan obat utama atau first line bagi pasien yang terjangkit virus corona. Pasalnya, saat ini masih belum ditemukan obat dan vaksin bagi pasien Covid-19.

"Yang pertama yang saya sampaikan bahwa Chloroquine ini adalah bukan obat first line, tapi second line karena memang obat Covid-19 ini belum ada dan juga belum ada antivirusnya," jelas Kepala Negara.

Presiden Jokowi

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menjelaskan, penggunaan Chloroquine dari pengalaman beberapa negara yang menggunakan obat tersebut untuk pasien corona banyak pasien yang membaik dan dinyatakan sembuh dari Covid-19.

"Obat ini bukan obat bebas, jadi penggunaannya harus melalui resep dokter,"

Dirinya juga memastikan bahwa pemerintah telah memiliki stok Chloroquine sebanyak tiga juta.

"Jadi, untuk pasien Covid-19 yang ada di rumah sakit jika dianggap dokter yang merawatnya Chloroquin ini cocok untuk pasien tersebut pasti akan diberikan," tandasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini