KPK Minta Masyarakat Waspadai Penipuan Berkedok Rekrutmen

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 20 Maret 2020 15:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 20 337 2186493 kpk-minta-masyarakat-waspadai-penipuan-berkedok-rekrutmen-4tOwL7kjkg.jpg Ilustrasi Penipuan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta kepada masyarakat untuk mewaspadai adanya penipuan berkedok modus perekrutan anggota lembaga antirasuah. Padahal, sampai saat ini, tidak ada proses penerimaan di lembaga tersebut.

Imbauan itu disampaikan terkait informasi yang baru-baru ini diterima KPK pada Selasa 17 Maret 2020 lalu, tentang adanya rekrutmen anggota LSM dengan nama mirip KPK di Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Supiori.

"Saat ini, KPK tidak sedang membuka rekrutmen pegawai. Program rekrutmen pegawai KPK selalu diumumkan melalui situs resmi KPK dan surat kabar nasional serta tidak pernah memungut biaya administrasi kepada para calon pelamar," kata Plt Juru Bicara KPK Ipi Maryati, Jakarta, Jumat (20/3/2020).

KPK juga mengingatkan bahwa saat ini terdapat beberapa pihak yang mengaku sebagai mitra atau pihak kepanjangan KPK dengan menggunakan nama organisasi kemasyarakatan yang mirip KPK serta dalam kegiatannya menggunakan nama KPK.

"Sehingga, seolah-olah kegiatan tersebut benar diadakan oleh KPK, padahal yang sebenarnya KPK tidak pernah bekerja sama dan mengadakan kegiatan dengan para pihak yang menggunakan nama yang mirip dengan KPK tersebut," ujar Ipi.

KPK

Baca Juga: Dimulai Sore Ini, Rapid Test Corona Akan Sasar Warga di Jakarta Selatan

Dengan adanya peristiwa tersebut, KPK meminta masyarakat berhati-hati. KPK juga mengingatkan bahwa hingga saat ini, hanya berada di Ibu Kota Jakarta. KPK juga tidak memiliki atau tidak membuka kantor cabang atau kantor wilayah di daerah lain.

"Karenanya, bila masyarakat mendapati para pihak yang mencurigakan atau ada indikasi mencari keuntungan pribadi/golongan dengan menggunakan nama KPK, silakan melaporkan kepada pihak kepolisan, atau menghubungi KPK melalui call center KPK di 198," tutup Ipi.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini