nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kejagung Periksa 6 Saksi Terkait Kasus Jiwasraya

Muhamad Rizky, Okezone · Kamis 19 Maret 2020 00:11 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 19 337 2185558 kejagung-periksa-6-saksi-terkait-kasus-jiwasraya-PSFXhijYS6.jpg Ilustrasi (Dok. Okezone)

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa enam orang untuk dimintai keterangannya sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Hari Setiyono mengatakan keenam saksi tersebut yakni, eks pejabat perusahaan PT Asuransi Jiwasraya Syahmirwan, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera, Heru Hidayat.

Kemudian, eks Dirut PT. Andromeda Internasional Syafrial, eks Direktur Pemasaran PT. Asuransi JiwasyaraDe Young Adrian, Mediarto Prawiro, dan Sherly

"Enam orang tersebut diperiksa sebagai saksi untuk mendukung pembuktian pasal sangkaan terhadap tersangka BT (Benny Tjokro) dan JHT (Joko Hartoni Tirto)," kata Hari kepada Okezone, Rabu (18/3/2020)

Selain itu, kata Hari penyidik Kejagung juga telah memasang plang peyitaan aset tanah milik tersangka kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya. Penyitaan itu dilakukan di tiga wilayah di Kabupaten Lebak Banten.

Namun demikian Kejagung tidak menyebutkan siapa tersangka yang memiliki aset tanah di tiga wilayah di Kabupaten Lebak, Banten, tersebut.

"Plang sita atas sertifikat tanah yang sudah disita di tiga wilayah antara lain di Kabupaten Lebak Banten sebanyak 458 titik, di Kabupaten Tanggerang sebanyak 38 titik, di Kabupaten Bogor 340 titik," bebernya

Baca Juga : Penambahan Pasien Positif Corona di Indonesia Dinilai Wajar

Diketahui sebelumnya, Kejagung telah menetapkan enam orang tersangka yaitu Presiden Komisaris PT. Trada Alam Mineral Heru Hidayat, Direktur Utama Hanson International Benny Tjokrosaputro, dan Direktur PT Maxima Integra Group, Joko Hartono Tirto.

Kemudian tiga mantan pejabat Jiwasraya yakni eks Direktur Utama, Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan, Hary Prasetyo, dan eks pejabat perusahaan, Syahmirwan.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini