Kejagung Periksa 5 Saksi Usut Dugaan Korupsi Jiwasraya

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 17 Maret 2020 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 17 337 2184860 kejagung-periksa-5-saksi-usut-dugaan-korupsi-jiwasraya-a9ittxdaZp.jpg Kantor Jiwasraya. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan pemeriksaan terhadap lima saksi, dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan dana PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

"Pemeriksaan saksi hari ini semua merupakan pemeriksaan lanjutan atau tambahan terhadap permintaan keterangan sebelumya sebagai saksi," kata Kapuspenkum Kejagung, Hari Setiyono kepada Okezone, Jakarta, Selasa (17/3/2020).

Kelima saksi itu adalah, Hendrisman Rahun, Hari Prasetyo, MBA, Muhammad Harfan, Daniel Halim, Direktur PT. Asuransi Jiwa Adisarana Wana Artha, dan Edmond Setiadarma.

"Lima orang tersebut diperiksa sebagai saksi untuk mendukung pembuktian pasal sangkaan terhadap para tersangka BT, HH dan JHT," ujar Hari

Menurut Hari, dalam pemeriksaan hari ini terdapat dua orang yang juga berstatus sebagai tersangka, namun dalam pemeriksaan kali ini yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk berkas perkara tersangka BT, HH dan JHT.

"Sedangkan tiga orang lainnya adalah pemilik SID terafiliasi dalam proses transaksi saham, di mana sebelumnya para saksi keberatan atas pemblokiran rekening sahamnya, namun setelah diklarifikasi dan diverifikasi, rekening saham para saksi ada kaitannya dengan proses jual beli saham yang dilakukan oleh para tersangka dan keterangan para saksi diperlukan untuk pembuktian pasal sangkaan," ucapnya.

Baca juga: Solo KLB Corona, Wali Kota Minta Warga Tak Panik Borong Sembako

Perkembangan terbaru dalam perkara ini adalah, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) merampungkan hasil audit kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan dana PT Jiwasraya. Dari hasil pengitungan tetap, negara dibikin merugi oleh Jiwasraya sebanyak Rp16,81 triliun.

Seperti diketahui, Kejaksaan Agung telah menetapkan enam tersangka pada kasus dugaan tindak pidana korupsi PT Jiwasraya (Persero). Mereka adalah Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, Direktur PT Maxima Integra, Joko Hartono Tirto.

Lalu, Komisaris Utama PT Hanson Internasional Tbk Benny Tjokrosaputro, mantan Direktur Utama PT Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan PT Jiwasraya (Persero) Hary Prasetyo dan mantan Kepala Divisi Investasi Jiwasraya Syahmirwan.

Dalam kasus korupsi yang merugikan negara hingga Rp13,7 triliun itu, Kejaksaan Agung sebelumnya menyebut adanya 13 perusahaan yang memiliki masalah investasi berkaitan dengan kasus korupsi PT Jiwasraya (Persero).

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini