Diserang Hoaks, Okezone Tak Pernah Beritakan "2 Mahasiswa UMM Positif Corona"

Ade Putra, Okezone · Selasa 17 Maret 2020 16:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 17 337 2184739 diserang-hoaks-okezone-tak-pernah-beritakan-2-mahasiswa-umm-positif-corona-0cIVoOCzzU.jpg Hoaks berita terkait Corona di UMM (Foto: Ist)

Okezone sebagai portal online berita dan hiburan yang berfokus pada pembaca di Tanah Air maupun di luar negeri ini diserang berita bohong alias hoaks.

Media kredibel yang memiliki konten seperti berita umum, politik, peristiwa, internasional, ekonomi, lifestyle, selebriti, sports, bola, auto, teknologi, travel, food, haji, dan muslim serta cek fakta ini, dijadikan bahan untuk menyebarkan hoaks.

Seperti yang beredar di media sosial dan kalangan masyarakat. Di mana, berita asli yang dibuat oleh jurnalis profesional Okezone, telah diedit oleh orang yang tak dikenal. Akibatnya, menjadi konten yang menyesatkan masyarakat.

Hoaks yang diciptakan oleh orang tak bertanggung jawab itu dengan mengedit judul asli pemberitaan di Okezone. Yang mana berita aslinya berjudul “2 Pasien Pengawasan Corona di Malang Meninggal Dunia” dapat dibaca di sini.

Oleh pelaku, judul berita sebenarnya diedit menjadi “2 mahasiswa UMM positif Corona. Deta & Arsa segera diamankan”. Kemudian tampilan layar saat laman Okezone menunjukkan judul berita yang diedit itu, ditangkap layar atau di-screenshot. Lalu disebar dengan tujuan tertentu.

Setelah ditelusuri dan dapat dipastikan bahwa portal berita yang resmi diluncurkan (Commercial Launch) pada 1 Maret 2007 itu tidak pernah membuat atau menayangkan berita berjudul: 2 mahasiswa UMM positif Corona. Deta & Arsa segera diamankan.

Hal tersebut dapat dibuktikan dengan tampilan indeks berita. Bahwa, pada Senin 16 Maret 2020 22:42 WIB, berita yang ditayangkan Okezone tidak ada sangkut pautnya tentang: 2 mahasiswa UMM positif Corona. Deta & Arsa segera diamankan. Melainkan berita berjudul: "2 Pasien Pengawasan Corona di Malang Meninggal Dunia".

Cek Fakta Okezone

Kejanggalan lainnya adalah, portal berita yang menjadi cikal-bakal bisnis online pertama milik PT Media Nusantara Citra Tbk (MNC), sebuah perusahan media terintegrasi yang terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara ini, tidak pernah membuat judul yang berantakan.

Sebagaimana diketahui, di era digital ini siapapun bisa dengan mudah dan sesuka hati mengubah sebuah artikel di setiap situs. Hasilnya, bukan cuma judul berita saja, seluruh isi berita hingga nama penulisnya serta foto dapat dengan mudah diganti.

Selain itu, cara ini juga dapat diterapkan pada seluruh situs, seperti e-commerce, jadi bukan cuma portal berita saja. Kebetulan, situs Okezone yang digunakan sebagai bahan untuk menyebarkan hoaks.

Caranya tanpa harus mengedit di aplikasi editing photo. Hanya, dengan mendalami penggunaan "inspect element" pada Google Chrome di komputer maupun peramban bawaan di dalam ponsel. Selain itu, Chrome versi desktop juga dapat menjalankan fungsi yang sama.

Jika dilihat, sepertinya seru karena dapat dengan bebas mengubah isi yang ada di situs apa pun sesuai dengan kehendak hati. Walau demikian, ada bahaya besar yang dapat timbul dari perintah sederhana yang dapat dimasukkan oleh siapapun itu.

Contoh-contoh hoaks "receh" seperti itu, juga dapat dilihat di Okezone. Dalam topik cek fakta.

Reinardo Sinaga, Presidium Hoax Crisis Center (HCC) Borneo menyebutkan bahwa tangkapan layar yang menyebutkan dua mahasiswa UMM positif corona itu adalah kategori manifulated content atau disinformasi. "Dimana informasi atau gambar yang asli dimanipulasi untuk menipu," ujar Edo kepada Okezone, Selasa (17/3/2020).

Edo menerangkan, bahwa mengubah judul sangat mudah sekali. Termasuk mengubah isi artikel dan foto di suatu laman website. "Itu mudah sekali. Tanpa photoshop, kita bisa edit tampilan suatu website. Untuk mengubah judul, saya pastikan tidak lebih dari lima detik sudah bisa berubah," bebernya.

Akan tetapi, kata Edo, jika hasil editan yang mudah itu sudah beredar, amak butuh waktu panjang untuk meluruskan atau mengklarifikasi informasi sebenarnya. "Memang, biasanya yang iseng seperti begini tidak ada niat untuk merugikan. Hanya lucu-lucuan. Namun berpotensi untuk mengelabui dan menyesatkan," kata Edo.

Dari kesimpulan ini, Edo berharap masyarakat membiasakan cek, ricek dan kroscek terhadap informasi yang didapat. Apalagi jika informasi itu mencurigakan, segera lakukan pengecekan melalui google yang sudah menyiapkan banyak tools-nya.

“Jadi jelas ya, Okezone tidak pernah memberitakan seperti yang diisukan itu. Kan kita bisa ngecek di index portalnya, kemudian bandingkan dengan media mainstream lain, ada nggak berita terkait yang menegaskan bahwa dua mahasiswa UMM positif corona,” tegasnya.

Sementara itu, pihak Kampus UMM pun sudah memberikan bantahannya. Bahwa, berita berjudul: “2 mahasiswa UMM positif Corona. Deta & Arsa segera diamankan” itu adalah hoaks. “Jadi, hoax ya berita ini. Tabbayun, tabbayun, tabbayun,” tulis akun Instagram @ummcampus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini