Jangan Ada Stigma Negatif ABK World Dream dan Diamond Princes, Mereka Sehat!

Achmad Fardiansyah , Okezone · Minggu 15 Maret 2020 08:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 15 337 2183525 jangan-ada-stigma-negatif-abk-world-dream-dan-diamond-princes-mereka-sehat-xK9tizYTuf.jpg Pemulangan ABK Diamon Princess (BNPB)

JAKARTA – Kalangan Komisi IX DPR RI meminta pemerintah menjamin agar warga Indonesia awal kapal pesiar World Dream dan Diamond Princess yang sudah menjalani 14 hari masa observasi terkait virus korona di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu, tak mendapatkan stigma negatif di masyarakat.

Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay mengatakan, setelah kembali ke daerah masing-masing jangan sampai ada penolakan terhadap mereka.

"Tentu sebelum pemulangan, pemerintah harus berikan pernyataan ke publik bahwa meraka ini setelah diobservasi dinyatakan sehat. Ini sangat penting karena saat tiba di daerah masing-masing tidak menimbulkan penolakan dan stigma-stigma negatif," katanya kepada Okezone, Minggu (15/3/2020).korona

ABK asal Indonesia berolahraga saat diobservasi di Pulau Sebaru (Puspen TNI)

Sebanyak 188 warga Indonesia yang pernah bekerja sebagai ABK World Dream sudah dipulangkan dari lokasi observasi, Sabtu 14 Maret kemarin. Mereka diberikan sertifikat pernyataan sehat dan bebas dari korona oleh pemerintah.

Baca juga: Hari Ini, 68 ABK Diamond Princess Mendarat di Jakarta

Sementara hari ini, 68 awak kapal pesiar Diamond Princess juga diangkut dari Pulau Sebaru ke Jakarta. Mereka juga bakal mendapatkan sertifikat sama.

Saleh mengatakan pemerintah bisa mengajak para ABK tersebut membantu mensosialisasi pengetahuan tentang virus korona dan cara pencegahannya.

"Saya kira mereka-mereka ini kembali ke daerahnya diminta memberikan penerangan atau pencerahan kepada masyarakat mengatasi dan antisipasi virus Korona," ujarnya.

Para ABK juga yang sebelumnya diobservasi diharapkan mengajarkan kepada masyarakat langkah-langkah pencegahan virus Korona.

"Karena masa observasi mereka ikuti prosedur yang ikuti. Maka disebarluaskan misalnya bagaimana cuci tangan yang benar, dan menghadapi virus korona sehingga tidak ada kepanikan," tuturnya.

Masyarakat diminta tak perlu takut dengan keberadaan para ABK-ABK tersebut di lingkungannya, karena mereka sudah dipastikan sehat. “Tidak perlu ada ketakutan-ketakutan lah. Karena secara medis memang bener-bener sehat," tutupnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini