Polri Tangkap Pengendali Penyelundupan 120 WN Sri Lanka

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Sabtu 14 Maret 2020 17:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 14 337 2183383 polri-tangkap-pengendali-penyelundupan-120-wn-sri-lanka-SjWThtfSpp.jpg Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo. (Foto: Dok Okezone/Harits Tryan Akhmad)

JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal Polri kembali menangkap satu pelaku penyelundupan manusia (people smugling) terhadap 120 warga negara Sri Lanka yang akan dibawa ke Pulau Reunion di Prancis dari Pelabuhan Ratu, Jawa Barat.

Kepala Bareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo mengatakan pelaku yang berhasil ditangkap oleh Subdit III Direktorat Tindak Pidana Umum adalah JA alias Toni di Titian Indah Bekasi, Kota Bekasi, pada Kamis 12 Maret 2020. JA merupakan salah satu pelaku yang buron.

Baca juga: Bareskrim Tangkap WNI yang Selundupkan 120 Warga Sri Lanka ke Prancis 

"Pelaku JA ini perannya sebagai pembeli dan penyedia Kapal Pasti 9 yang digunakan untuk membawa 120 WNA Sri Lanka ke Pulau (Reunion) Prancis," ungkap Listyo dalam keterangannya, Sabtu (14/3/2020).

Selain itu, lanjut dia, JA juga sebagai penyedia bahan bakar kapal dan persediaan makanan selama perjalanan dari Pelabuhan Ratu ke Pulau Reunion Prancis.

"Pelaku JA juga yang membayar gaji atau upah dua ABK yakni MA dan Har," beber Listyo.

Sementara Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo menambahkan bahwa JA atasan pelaku Rz yang sebelumnya ditangkap di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, pada Selasa 10 Maret.

"Tersangka JA sebagai penghubung dan pengendalian kapal dengan Susikahar WNA Sri Lanka selaku pengendali imigran WNA Sri Lanka," terangnya.

Menurut dia, saat ini masih ada satu pelaku lagi yang dikejar oleh petugas di lapangan. "Namun diharapkan pelaku yang buron ini segera menyerahkan diri," imbuh dia.

Baca juga: Diduga Ada Sindikat Internasional Penyelundup Manusia di Manado 

Atas perbuatannya, pelaku disangkakan melanggar Pasal 120 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara dan pidana denda paling banyak Rp1,5 miliar.

Sebelumnya Bareskrim Polri telah menangkap pelaku Rz sebagai perekrut utama dua ABK dalam kasus penyelundupan manusia terhadap 120 orang warga negara Sri Lanka di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, pada Selasa 10 Maret.

Rz diketahui perannya sebagai perekrut utama dua ABK, yakni MA dan Har. Rencananya 125 orang warga negara Sri Lanka itu akan dibawa ke Pulau Reunion di Prancis.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini