Pandemi Korona, Pelindo II Tegaskan Belum Ada Larangan Kapal Bersandar di Pelabuhan

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Jum'at 13 Maret 2020 14:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 13 337 2182793 pandemi-korona-pelindo-ii-tegaskan-belum-ada-larangan-kapal-bersandar-di-pelabuhan-olSw0yy1gd.jpg Direktur Utama Pelindo II Arif Suhartono (Foto: Okezone/Fakhrizal Fakhri)

JAKARTA - Pelindo II memastikan hingga saat ini belum ada larangan untuk kapal yang akan bersandar di pelabuhan Indonesia. Meski, virus korona atau covid-19 sudah dinyatakan sebagai pandemi oleh WHO. 

"Sementara ini kan kita belum ada permintaan ke sana, biasanya kalau kapal kapal cruise (pesiar) biasanya kan, lagi-lagi kapal cruise itu kan levelnya di beberapa tempat," Direktur Utama Pelindo II Arif Suhartono, di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (13/3/2020).

"Saya yakin ini karena ini dengan wabahnya seperti ini kapal cruise pun enggak mau jalan, karena percuma kalau itu akan ditolak," imbuhnya.

Arif menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan seperti Syahbandar, Polres Pelabuhan, Bea Cukai hingga Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) guna mencegah wabah virus korona (Covid-19).

Baca Juga: Pelindo II Sebut Aktivitas Kargo Internasional Turun 6,5% karena Dampak Korona

Menurutnya, garis komando untuk moda transportasi laut dipimpin oleh Syahbandar. Sedangkan pihaknya bersama seluruh pemangku kepentingan sudah membuat SOP soal pencegahan korona.

"Di mana, untuk penumpang akan sama dengan seperti yang ada di bandara," ujarnya.

Ilustrasi

Upaya yang dilakukan seperti terminal untuk penumpang menggunakan kamera thermal scanner atau pendeteksi suhu tubuh. Pengecekan suhu tubuh kepada seluruh penumpang dilakukan sebelum naik atau turun dari kapal.

"Apabila ada yang suspect akan dilakukan prosedur penanganan dengan membawa ke rumah sakit rujukan di RSPI Sulianti Saroso," tutur dia.

Arif menambahkan, Pelindo II juga menyiapkan ruangan khusus bagi orang yang suspect korona. Ruangan itu, lanjut dia, cukup memuat empat sampai lima orang untuk dilakukan langkah isolasi sementara.

"Itu ada ruang isolasi sementara sambil menunggu datangnya ambulans untuk ke rumah sakit yang ada di Sunter," tuturnya.

Baca Juga: Suhu Tubuh Tinggi, WN Rusia Diperiksa di RSUD Waisai Raja Ampat

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini