Menkes Terawan Sebut Jumlah Kasus DBD di Sikka NTT Mulai Turun

Fahreza Rizky, Okezone · Jum'at 13 Maret 2020 14:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 13 337 2182777 menkes-terawan-sebut-jumlah-kasus-dbd-di-sikka-ntt-mulai-turun-fdrbzhwVhP.jpg Menkes Terawan Agus Putranto. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menyatakan, kasus demam berdarah dengue (DBD) di Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah mulai berkurang. Hal itu diketahuinya setelah melakukan kunjungan ke rumah sakit di sana.

"Sekarang sudah menurun, insiden penyakit DBD sudah mulai menurun," kata Terawan usai meninjau sterilisasi Masjid Istiqlal di Jakarta, Jumat (13/3/2020).

"Saya mendapat laporan tadi malam, namun kita masih tunggu sampai Minggu. Tadi malam sudah oke, Minggu sudah mulai bangsal-bangsal berkurang jumlah pasiennya," tambah dia.

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Mantan Kepala RSPAD Gatot Soebroto itu berujar, wabah DBD jadi salah satu masalah serius, di samping pandemi virus korona (Covid-19). Pasalnya, angka kematian penyakit ini jauh lebih tinggi dibanding virus korona.

Baca juga: Dalam Dua Bulan, 4 Balita Meninggal Akibat DBD di Bandung

Selain itu, sebaran wabah DBD Juga variatif. Terparah ada di NTT, Jawa Barat dan Lampung. Oleh sebab itu, Terawan mengajak semua pihak untuk aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

"Jadi PSN itu harus dilakukan, preventif itu harus dilakukan, preventif dan promotif. Karena DBD sangat mematikan, 100 lebih yang meninggal seluruh Indonesia," imbuh Terawan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat angka kematian akibat DBD mencapai 104 kejadian selama 2020. Sedangkan kasus penularannya mencapai 17.820.

Angka kematian tertinggi berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yakni sekitar 32 kejadian. Data ini dicatat sejak Januari hingga Maret 2020.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini