Usut Korupsi Proyek Jalan di Bengkalis, KPK Periksa 7 Saksi

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 13 Maret 2020 11:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 13 337 2182672 usut-korupsi-proyek-jalan-di-bengkalis-kpk-periksa-7-saksi-Xu6lTgtOl5.jpg Ilustrasi Korupsi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan lingkar barat duri di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, tahun anggaran 2013 hingga 2015. Pengusutan itu ditandai dengan pemanggilan terhadap sejumlah saksi.

Ada tujuh saksi yang diagendakan diperiksa hari ini. Ketujuh saksi itu yakni, Kepala Departemen Keuangan PT Jakarta Cakratunggal Steel Mills, Liesyanto S Kartika; Direktur Teknik dan Operasi PT Yasa Patria Perkasa, Kurnia Henry Yuanto; Komisaris Utama PT Yasa Patria Perkasa, Mohammad Jarman.

Kemudian, Konsultan PT Virama Karya, Allex Syah; Direktur Utama PT Putra Kreasi Multibuana, Saryono; Direktur Utama PT Mandiri Sinergi Abadi, Andree Boentoro; serta mantan Manager Keuangan dan SDM Divisi 1 PT Nindya Karya, Bambang Sutrisno. Ketujuh saksi akan diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan mantan Sekda Dumai, M Nasir (MNS).

"Mereka dipanggil dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk penyidikan tersangka MNS," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Jumat (13/3/2020).

ali
(Foto: Plt Jubir KPK, Ali Fikri/Okezone)

Baca Juga: KPK Usut Korupsi Proyek Jalan di Bengkalis lewat Pejabat PT Nindya Karya

Belum diketahui apa yang akan didalami penyidik lembaga antirasuah terhadap para saksi tersebut. Diduga, KPK sedang mendalami proses pengadaan proyek pembangunan Jalan Lingkar Barat Duri (Multi Years) di Kabupaten Bengkalis.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan sepuluh orang tersangka terkait kasus dugaan korupsi empat proyek jalan di Kabupaten Bengkalis. Kesepuluh orang itu, yakni M. Nasir selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Tirtha Adhi Kazmi selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), serta delapan orang kontraktor bernama Handoko Setiono, Melia Boentaran, I Ketut Surbawa, Petrus Edy Susanto, Didiet Hadianto, Firjan Taufa, Victor Sitorus dan Suryadi Halim alias Tando.

KPK sebelumnya juga telah menetapkan Bupati Bengkalis, Amril Mukminin sebagai tersangka kasus dugaan suap atau gratifikasi terkait proyek multiyears pembangunan jalan Duri-Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis. Perkara yang menjerat Amril ini merupakan pengembangan penanganan perkara dugaan korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang - Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau Tahun Anggaran 2013-2015.

Dalam kasus itu, KPK telah menjerat Sekda Dumai, M Nasir dan Dirut PT Mawatindo Road Construction, Hobby Siregar. Saat proyek ini bergulir, Nasir merupakan Kasus PUPR Kabupaten Bengkalis.

Awalnya, pada 2013 telah dilakukan tender terhadap enam proyek multiyears di Kabupaten Bengkalis dengan nilai total proyek sebesar Rp 2,5 triliun. Selain proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih dan proyek pembangunan Jalan Duri-Sei Pakning yang sudah dan sedang disidik KPK.

Adapun, empat proyek lainnya yakni, proyek peningkatan Jalan Lingkar Bukit Batu-Siak Kecil, proyek peningkatan Jalan Lingkar Pulau Bengkalis, proyek pembangunan Jalan Lingkar Barat Duri dan proyek pembangunan Jalan Lingkar Timur Duri.

Kesepuluh tersangka itu diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum terkait empat proyek ini, seperti pengaturan tender, hasil pekerjaan tidak sesuai spesifikasi dan pekerjaan yang kualitasnya jauh dari yang dipersyaratkan.

Atas perbuatannya, 10 tersangka itu dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini