Presiden Jokowi Beri Salam Namaste di Tengah Wabah Korona

Fahreza Rizky, Okezone · Kamis 12 Maret 2020 12:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 12 337 2182146 presiden-jokowi-beri-salam-namaste-di-tengah-wabah-korona-EtWpiZXkar.jpg Presiden Jokowi Beri Salam Nameste (Foto: Okezone/Fahreza)

JAKARTA - Sejumlah pejabat negara di belahan dunia mulai menerapkan salam siku di tengah pandemi Virus Korona atau Covid-19. Sebagian lainnya ada pula yang menerapkan salam tanpa kontak fisik atau namaste. Itu dilakukan demi mengantisipasi penularan virus tersebut.

Berdasarkan pantauan Okezone di lokasi, Presiden Joko Widodo tampak melakukan namaste ala India, yakni mengatupkan dua tangan untuk menyalami peserta acara 2nd Asian Agriculture and Food Forum (ASAFF) 2020. Acara ASAFF 2020 digelar di Istana Negara, Jakarta, Kamis (12/3/2020).

Di sisi lain, Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko menyebut tren salam siku yang dilakukan para pejabat dinilai bagus untuk mengantisipasi penyebaran virus korona.

"Ya saya pikir itu cara bagus, karena intinya kita sama-sama tidak tahu kalau memasuki area. Kalau salaman ada risiko, tapi kalau dengan cara-cara begini enggak ada yang tersinggung walaupun agak lucu-lucuan, tapi itu bagus," ujarnya.

moeldoko
(Foto: Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko/Okezone)

Baca Juga: Presiden Jokowi Pernah Kecewa saat Belah Durian untuk Iriana

Moeldoko sendiri mengaku sudah menerapkan salam siku maupun salaman tanpa kontak fisik kepada tamu yang hadir. "Saya sudah menerapkan," imbuhnya.

Sekadar informasi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan virus korona atau Covid-19 sebagai pandemi, penyakit menular yang menyebar dari satu orang ke orang lainnya di banyak negara pada waktu yang bersamaan.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengukuhkan bahwa wabah virus korona sekarang adalah pandemi setelah sebelumnya ia tidak menggunakan kategori itu selama beberapa minggu.

"WHO mengawasi wabah ini sepanjang hari penuh dan kami sangat khawatir karena tingginya tingkat penyebaran dan tingkat keseriusan, dan khawatir karena minimnya tindakan yang diambil.

"Oleh karena itu, kami menetapkan bahwa Covid-19 dapat dikategorikan sebagai pandemi," kata Ghebreyesus pada Rabu 11 Maret 2020.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini