Kejagung Periksa 24 Saksi Terkait Korupsi Jiwasraya

Puteranegara Batubara, Okezone · Rabu 11 Maret 2020 20:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 11 337 2181885 kejagung-periksa-24-saksi-terkait-korupsi-jiwasraya-VJaq9nwT0R.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan pemeriksaan terhadap 24 saksi terkait kasus dugaan korupsi pengelolaan dana PT Jiwasraya (Persero).

"Tim Jaksa Penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI, kembali melakukan pemeriksaan 24 (duapuluh empat) orang saksi untuk dimintai keterangan," kata Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono kepada Okezone, Rabu (11/3/2020).

Hari menjelaskan, pemeriksaan saksi sebagian besar adalah para pemilik SID yang keberatan dan telah diklarifikasi maupun verifikasi dan karena dipandang perlu kemudian di BAP sebagai saksi oleh Tim Penyidik.

Para saksi itu antara lain, Lingga Herlina, Buddy Siswoyo, Getta Leonardo Arisnato (eks Vice Presiden Bancassuance PT. AJS), Asmani Syam, Eldin Rizal Nasution (eks Kepala Pusat Bancassurance PT. AJS), Erica Evelyne, Sandra Setiawati, Kurniadi Pramita Abadi, Alex Widi Kristiono (Direktur PT. Indo Premir), Dudy Subardjo.

Lalu, Bambang Widjarnako, Erwin Budiman, Lucky Tan, Leny Lilian Sudjono, Rifin Hartono, Hamdri Yanto, Edy Sarwanto (Dirut PT. Astro Media Indonesia ), Tjomo Tjengundoro Tjeng, Febiotesti Valentino T, Kernail, Jenifer Handayani, Denny Suriadinata, Tommy Iskandar Widjaja dan Direktur PT. Asuransi Jiwa Adisarana Wana Artha.

"Dari 24 (duapuluh empat) orang saksi yang sudah diiperiksa pada hari ini dapat dikategorikan menjadi beberapa kelompok saksi," ujar Hari.

Untuk 22 orang saksi pemilik SID baik pribadi maupun korporasi yang terafiliasi dalam proses transaksi saham. Pada awalnya para saksi atau pemilik SID yang keberatan diklarifikasi dan diverifikasi, namun karena dipandang perlu keterangannya hinngga kemudian di BAP sebagai saksi.

"Dua orang saksi dari managemen PT. AJS. Sampai saat ini sebagian pemeriksaan saksi masih ada yang sedang berlangsung. Sesuai dengan keperluan bahan keterangan guna memenuhi unsur pasal yang disangkakan kepada para tersangka," papar Hari.

Perkembangan terbaru dalam perkara ini adalah, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) merampungkan hasil audit kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan dana PT Jiwasraya. Dari hasil pengitungan tetap, negara dibikin merugi oleh Jiwasraya sebanyak Rp16,81 Triliun.

Seperti diketahui Kejaksaan Agung telah menetapkan enam tersangka pada kasus dugaan tindak pidana korupsi PT Jiwasraya (Persero). Mereka adalah Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, Direktur PT Maxima Integra, Joko Hartono Tirto.

Lalu, Komisaris Utama PT Hanson Internasional Tbk Benny Tjokrosaputro, mantan Direktur Utama PT Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan PT Jiwasraya (Persero) Hary Prasetyo dan mantan Kepala Divisi Investasi Jiwasraya Syahmirwan.

Dalam kasus korupsi yang merugikan negara hingga Rp13,7 triliun itu, Kejaksaan Agung sebelumnya menyebut adanya 13 perusahaan yang memiliki masalah investasi berkaitan dengan kasus korupsi PT Jiwasraya (Persero).

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini