Share

Belanda Minta Maaf soal Kekerasan Masa Lalu kepada Indonesia

Fahreza Rizky, Okezone · Selasa 10 Maret 2020 15:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 10 337 2181082 belanda-minta-maaf-soal-kekerasan-masa-lalu-kepada-indonesia-0uiMwjXDuI.jpg Foto: Okezone.com/Reza

JAKARTA - Raja Belanda Willem-Alexander menyesal dan meminta maaf atas kekerasan masa lalu yang dilakukan pihaknya terhadap bangsa Indonesia. Atas penjajahan ini, banyak nyawa yang bergelimpangan.

Hal itu dikatakan Raja Willem saat melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia. Ia didampingi Ratu Maxima. Kedatangan mereka disambut Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/3/2020).

"Saya ingin menyampaikan penyesalan saya dan permohonan maaf untuk kekerasan yang berlebihan dari pihak Belanda di tahun-tahun tersebut," ucap Raja Willem.

 Baca juga: Presiden Jokowi: Kerja Sama Antarbisnis dengan Belanda Mencapai USD1 Miliar

Peristiwa kekerasan yang dimaksud terjadi setelah Indonesia mengumumkan proklamasi kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. Raja Willem menyadari keluarga korban kekerasan masih merasakan kepedihan yang mendalam atas tragedi itu.

Pemerintah Belanda, kata dia, sudah mengakui kemerdekaan Indonesia sejak 15 tahun lalu. Oleh sebab itu, ia mengucapkan selamat hari kemerdekaan untuk rakyat Indonesia yang ke-75.

"Merupakan tanda yang sangat menjanjikan bahwa dua negara yang pernah berada di pihak yang berlawanan dapat menjalin hubungan yang semakin erat dan mengembangkan sebuah hubungan baru berdasarkan rasa hormat, saling percaya dan persahabatan," tutur Raja Willem.

 Baca juga: Raja Belanda Serahkan Keris Pangeran Diponegoro ke Presiden Jokowi

Ia mengatakan, banyak orang Belanda yang merasakan ikatan yang sangat kuat dengan Indonesia. Ini ditunjukkan dengan semakin banyaknya generasi muda Indonesia yang belajar di Belanda. Jalinan kerja sama antar kedua negara juga semakin erat khususnya di bidang ilmu pengetahuan, ekonomi, pengelolaan air, perlindungan alam dan iklim.

Sementara itu, Presiden Jokowi mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk memperkokoh hubungan bilateral dengan Belanda. Hubungan ini menitikberatkan pada sikap silang menghormati kedaulatan, integrirtas, dan saling menguntungkan.

"Kunjungan Sri Baginda akan dicatat oleh sejarah sebagai kunjungan yang bersahabat, produktif, menatap masa depan tanpa harus melapukan sejarah masa lalu," jelas Jokowi.

Jokowi mengakui Indonesia tidak dapat menghapus memori sejarah yang terjadi di masa lalu. Namun ia ingin semua pihak dapat belajar dari masa lalu agar masa depan menjadi lebih baik.

"Kita tentu tidak dapat menghapus sejarah namun kita dapat belajar dari masa lalu. Kita jadikan pelajaran tersebut untuk meneguhkan komitmen kita untuk membangun sebuah hubungan yang setara, saling menghormati dan saling menguntungkan," tutupnya.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini