Temui Jokowi Diam-Diam, Zulhas Ngaku Hanya Kasih Undangan Pelantikan Pengurus PAN

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 10 Maret 2020 14:54 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 10 337 2181064 temui-jokowi-diam-diam-zulhas-ngaku-hanya-kasih-undangan-pelantikan-pengurus-pan-KoWM5mVthk.jpg Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan (foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) terpilih Zulkifli Hasan (Zulhas) diam-diam menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Jumat, 6 Maret 2020. Namun, pertemuan itu kemudian terpantau oleh awak media saat Zulhas pergi meninggalkan Istana Negara.

Wakil Ketua MPR RI tersebut mengakui memang merahasiakan pertemuan antara dirinya dengan Jokowi. Sebab, kata Zulhas, ia datang menemui Jokowi hanya sekadar untuk meminta kepala negara datang memenuhi acara pelantikan kepengurusan PAN.

Baca Juga: Zulhas Diam-Diam Temui Jokowi, Langsung Kabur saat Dikejar Wartawan 

"Ya saya memang kemarin datang tidak untuk di apa namanya, dipublikasi. Maka saya, juga teman-teman nanya, saya cuma jawab begini (jari di mulut)," kata Zulhas usai menemui Ketum NasDem Surya Paloh, di kantor DPP NasDem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2020).

Ketum PAN Zulkifli Hasan Usai Kongres (foto: iNews) 

"Tapi ya sudah bocor, jadi saya datang untuk mengundang presiden sebagai pimpinan negara menghadiri pelantikan pengurus baru PAN hasil kongres di Kendari," sambungnya.

Kata Zulhas melanjutkan, Presiden Jokowi berencana menghadiri acara pelantikan kepengurusan PAN periode kedua Zulhas. Rencananya, pelantikan kepengurusan PAN akan digelar pada 25 Maret 2020.

"Alhamdulillah beliau bersedia. mudah-mudahan tanggal 25 Maret, jadi kira-kira 10 harian lagi. Jadi itu isinya kira-kira," bebernya.

Menanggapi pertemuan antara Zulhas dengan Jokowi, Surya Paloh mengaku tidak masalah. Menurutnya, Jokowi milik semua bangsa dan partai politik yang ada di Indonesia. Sehingga, siapapun boleh bertemu dengan presiden.

Baca Juga: Amien Rais Minta Pemerintah Tak Sahkan Hasil Kongres V PAN 

"Saya merasa itu pertemuan yang amat sangat membesarkan hati. Presiden kepala pemerintahan dan sebagai kepala negara adalah milik semua warga negara. Bangsa ini milik semua partai- partai politik," kata Paloh.

"Jadi bukan hal yang luar biasa kalau dikaitkan karena PAN sebagai partai yang bukan mengusung pemerintah, kemudian satu hal luar biasa presiden menerima kunjungan dari Ketum PAN, itu kita yang salah kalau berpikir seperti itu," imbuhnya.

(fid)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini