Presiden Jokowi: Kerja Sama Antarbisnis dengan Belanda Mencapai USD1 Miliar

Fahreza Rizky, Okezone · Selasa 10 Maret 2020 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 10 337 2181028 indonesia-belanda-kerja-sama-pengendalian-penyakit-menular-1RQiXTlvjO.jpg Jokowi saat bertemu Raja Belanda Willem-Alexander. (Foto: Okezone.com/Fahreza Rizky)

JAKARTA - Indonesia dan Belanda sepakat melakukan kerja sama dalam bidang pengendalian penyakit menular hingga antarbisnis. Nota kerja sama itu ditandatangani setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan Raja Belanda Willem-Alexander dan Ratu Maxima.

Kedua negara juga bekerja sama dalam produksi kelapa sawit, serta isu women peace and security. Tak hanya itu, kerja sama antarkelompok bisnis juga dilakukan dengan nilai kurang lebih USD1 miliar.

"Selama kunjungan Yang Mulia Sri Baginda kita telah melakukan tandatangan kerja sama antarpemerintah. Beberapa kerja sama yang baru, yang penting antara lain produksi kelapa sawit berkelanjutan, kerja sama dalam isu women peace and security, pengelolaan pengendalian penyakit menular," kata Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/3/2020).

"Selain itu sejumlah kerja sama antarbisnis juga dilakukan dengan nilai yang cukup besar, mencapai kurang lebih 1 miliar Dollar Amerika," tambah Kepala Negara.

Baca juga: Raja Belanda Serahkan Keris Pangeran Diponegoro ke Presiden Jokowi

Jokowi berujar, Belanda adalah salah satu mitra penting Indonesia di Eropa. Belanda merupakan mitra strategis di bidang perdagangan, investasi dan pariwisata. Belanda juga mitra dagang terbesar kedua di eropa bagi Indonesia, mitra investasi terbesar pertama, dan mitra pariwisata terbesar keempat.

(Foto: Okezone.com/Fahreza Rizky)

"Saya menyambut baik kunjungan Rri Baginda yang juga disertai pengusaha Belanda dalam jumlah yang besar," tutur Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi mengatakan, Indonesia akan terus berupaya menjadi bagian penyelesaian masalah dunia dan terus berkontribusi bagi perdamaian dan kesejahteraan.

"Kita menyaksikan dunia yang dipenuhi ketidakpastian, dinamika yang sangat tinggi. Ketidakpastian dapat dikurangi jika negara-negara di dunia melakukan kerja sama yang saling menguntungkan dan menghormati," ucapnya.

"Perdamaian dan stabilitas dunia dapat tercapai jika negara-negara di dunia melakukan hubungan berdasar penghormatan dan integritas wilayah negara lain," tutup Jokowi.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini