Penembakan Marak di Papua, Polri Belum Berencana Tambah Pasukan

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 10 Maret 2020 11:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 10 337 2180917 penembakan-marak-di-papua-polri-belum-berencana-tambah-pasukan-c7TGaiZ3C1.jpg Apel Polri di Monas (Okezone.com/Dede)

JAKARTA – Polri menyatakan belum berencana menambah pasukan ke Papua untuk menyikapi masih gangguan keamanan menyusul maraknya aksi penembakan dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terutama di Kabupaten Mimika.

Sepanjang Maret 2020, sedikitnya sudah tiga kasus penembakan terjadi di Mimika. Pada Senin 9 Maret kemarin, Pos Koramil Jila diserang KKB hingga menewaskan seorang Babinsa TNI AD yang sedang bertugas Serka La Ongge.

Pada 5 Maret lalu, Pos TNI di Banti, Distrik Tembagapura, Mimika juga ditembak kelompok bersenjata. Peristiwa ini hanya berselang dua hari setelah penembakan terhadap mobil patroli Polsek Tembagapura.Ilustrasi

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra mengatakan, saat ini sudah ada 5.000 personel TNI-Polri yang dikerahkan ke Tanah Cenderawasih. Belum ada rencana penambahan untuk menyikapi situasi terkini.

"Sampai hari ini 5.000 personel dengan kekuatan yang sama memaksimalkan apa yang selama ini tersedia," kata Asep di Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Menurut Asep, ke 5.000 personel TNI-Polri itu dalam rangka Operasi Nemangkawi.

"Pihak kepolisian punya Operasi Nemangkawi, kami tak sendiri dibantu TNI, masih terus kerja sama untuk berikan jaminan masyarakat terkait kondisi yang dibutuhkan untuk ciptakan aman dan tenang," papar Asep.

Baca juga: Kronologi Babinsa TNI Ditembak KKSB saat Hendak Salat di Koramil Jila

Asep mengatakan, TNI dan Polri terus berupaya meningkatkan kewaspadaan apabila sewaktu-waktu terjadi penyerangan KKB.

"Berdasarkan info dari Polda Papua sampai hari ini situasi terkendali dan aman masyarakat aktivitas normal," ujar Asep.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini