2.826 Warga NTT Terjangkit DBD, 33 Orang Meninggal Dunia

Adi Rianghepat, Okezone · Selasa 10 Maret 2020 08:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 10 337 2180848 2-826-warga-ntt-terjangkit-dbd-8-orang-meninggal-dunia-tF5LGbWkm2.jpg ilustrasi (Shutterstock)

KUPANG - Nusa Tenggara Timur (NTT) masuk zona merah daerah dengan kasus demam berdarah dengue (DBD) tertinggi di Indonesia. Sedikitnya ada 2.826 warga di provinsi itu terserang penyakit yang disebabkan oleh nyamuk aedes agypti tersebut.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan NTT, Erlina R Salmun, Selasa (10/3/2020), kepada Okezone menyampaikan, data terakhir yang dihimpun hingga 8 Maret 2020, sudah ada 33 orang meninggal dan 2.826 warga lainnya terpapar DBD.

Jumlah tersebut, kata dia, menyebar di 22 kabupaten dan kota dalam provinsi berbasis kepulauan itu. Terbanyak ada di Kabupaten Sikka.

Di kabupaten yang berada di Pulau Flores itu, jumlah kasus sudah mencapai 1.195 dengan jumlah kematian mencapai 13 orang.

Bantuan tim dokter dan tenaga medis dari Kementerian Kesehatan sudah diterjunkan ke Kabupaten Sikka untuk menangani warga terkena DBD. Bantuan peralatan medis, obat-obatan dan larvasida juga sudah dikerahkan.Ilustrasi

"Ada 10 dokter dan 18 tenaga medis sudah diterjunkan langsung ke Kabupaten Sikka. Ini bukti bahwa pemerintah Indonesia juga fokus menangani wabah DBD ini," katanya.

Baca juga: Menkes Terawan Diharapkan Atasi Wabah DBD di NTT

Dia mengatakan, wabah DBD harus menjadi tanggung jawab bersama termasuk masyarakat dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Baca juga: Kasus DBD di Kota Bogor Renggut Nyawa Bocah 6 Tahun

Aksi memberantas sarang nyamuk dengan melakukan kegiatan menguras, menutup dan mengubur barang-barang yang berpotensi menjadi sarang nyamuk anopheles harus benar-benar dilakukan.

"Ini tanggung jawab bersama. Kita terus mendorong kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Bersih dan sehat diri serta lingkungan," katanya.

Selain Kabupaten Sikka, Kota Kupang menjadi daerah kedua terbanyak di NTT dengan 5 kematian dan jumlah kasus 442. Selanjutnya, Kabupaten Alor 286 kasus dan 3 orang meninggal; Kabupaten Lembata 189 kasus dan 2 meninggal, serta Kabupaten Belu 184 kasus dan 2 meninggal.

Selanjutnya, Kabupaten Flores Timur (Flotim) 91 kasus 1 meninggal; Manggarai Barat 70 kasus, Timor Tengah Utara (TTU) 55 kasus dan 2 meninggal; Kabupaten Kupang 53 kasus dan 2 meninggal.

Berikutnya Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) 42 kasus; Ende 38 kasus; Sabu Raijua 32 kasus; Malaka 30 kasus; Sumba Barat Daya (SBD) 26 kasus.

Selanjutnya Kabupaten Rote Ndao 21 kasus dan 1 meninggal; Nagekeo 23 kasus; Manggarai 20 kasus dan 1 meninggal; Ngada 11 kasus; Sumba Timur 8 kasus; Manggarai Timur 6 kasus dan 1 meninggal; Sumba Barat 4 kasus dan Kabupaten Sumba Tengah 0 kasus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini