nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indonesia-Belanda Teken Kerja Sama soal Pengelolaan Sampah dan Perubahan Iklim

Hambali, Jurnalis · Senin 09 Maret 2020 22:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 03 09 337 2180741 indonesia-belanda-teken-kerja-sama-soal-pengelolaan-sampah-dan-perubahan-iklim-wuq0uqgP47.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Menteri Lingkungan hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar menerima kunjungan Menteri Infrastruktur dan Manajemen Air Belanda, Cora Van Nieuwenhuizen di Ruang Kerja Menteri LHK, Jakarta, Senin (9/3/2020).

Dalam pertemuan tersebut, keduanya sepakat untuk melanjutkan, dan memperkuat kerjasama di bidang Pengelolaan Sampah, Ekonomi Sirkular, dan Kualitas Air, serta Perubahan Iklim yang tertuang dalam Nota Kesepahaman (MoU).

Menteri Siti mengatakan bahwa Belanda merupakan negara yang cukup maju dalam pengelolaan sampah dan limbah khususnya berbagai inovasi circular economy. Belanda juga menjadi salah satu dari sedikit Negara Anggota Uni Eropa yang telah berhenti mengekspor limbah plastik.

Baca Juga: Menteri Siti: Pak Jokowi Sangat Tegas pada Permasalahan Lingkungan

“Kami sangat menghargai hal tersebut, karena kebijakan nasional kami juga bukan untuk mengimpor limbah plastik,” ujar Menteri Siti dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, Senin (9/3/2020).

Menteri LHK menyampaikan, sirkular ekonomi di Indonesia telah menjadi tren juga untuk Indonesia, seperti inisiatif Bank Sampah dan juga langkah-langkah kelompok industri seperti Danone, Nestle, Unilever, Tetra-pack dll. Menteri juga menjelaskan sudah ada 33 kota di Indonesia yang telah memberlakukan aturan melarang penggunaan plastik sekali pakai.

Sementara itu di bidang Perubahan Iklim, Menteri Cora mengundang Menteri LHK untuk hadir pada Global Commission Summit pada Bulan Oktober 2020.

Pada forum tersebut, Pemerintah Indonesia mendapat kesempatan untuk menyampaikan berbagai upaya pengendalian perubahan iklim yang telah dilaksanakan oleh Indonesia.

Belanda menghargai keputusan Presiden Jokowi untuk Indonesia sebagai anggota Global Commisions for Climate Adaptation. Dalam hal ini Presiden Jokowi telah menetapkan Menteri LHK sebagai komisioner mewakili Indonesia.

Menteri LHK Siti Nurbaya menyampaikan apresiasi atas undangan dari Belanda. Menteri Siti juga menyampaikan dinamika pengendalian perubahan iklim di Indonesia diantaranya mengenai SRN, instrumen MRV, respon komunitas, dan pemda, serta pembentukan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini