nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPAI Desak Kasus ABG Bunuh Bocah Diselesaikan Melalui Proses Rehabilitasi

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 09 Maret 2020 21:59 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 09 337 2180737 kpai-desak-kasus-abg-bunuh-bocah-diselesaikan-melalui-proses-rehabilitasi-qGNg9rRj9D.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta kasus aksi NF (15) yang membunuh bocah berinisial APA (5) untuk diselesaikan melalui proses rehabilitasi. Hal itu untuk mencegah terulangnya kembali peristiwa tersebut.

Komisioner KPAI, Putu Elfina menilai kasus yang dilakukan oleg NF merupakan bukan perkara biasa. Indikatornya terlihat dari keputusan NF yang membunuh balita itu tanpa ada motif yang jelas. Lalu, yang bersangkutan pun merasa tak bersalah setelah melakukan pembunuhan.

"Dia melakukan kejahatan pembunuhan terhadap korban yang tidak punya hubungan masalah dengan dia. Artinya random dan siapa saja bisa jadi korban," kata Putu di kantor KPAI, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2020).

Menurut dia, berdasarkan pengakuan dari NF, maka sebaiknya penanganan kasus itu diselesaikan melalui proses rehabiliasi.

"Maka karena berbagai alasan seperti ini, itu yang menguatakan (tidak boleh dipenjara)," katanya.

Baca Juga: Polisi Ungkap Gadis ABG Pembunuh Bocah Sering Aniaya Hewan Secara Sadis

Apabila dipenjara, kata dia, NF akan bertemu dengan narapidana kasus kriminal lainnya. Nantinya, dikhawatirkan bakal berdampak negatif terhadap kehidupan selanjutnya setelah dia menghirup udara bebas.

"Makanya ketakutan (mengulangi perbutan) muncul. Apa lagi dia bertemu dengan penjahat yang lebih dewasa. Makanya itu jalan yang sangat kami tidak sarankan," kata dia.

Sebagaimana diketahui, NF mengaku sengaja membunuh APA dengan cara menenggelamkan di bak mandi, kemudian dicekik hingga mengeluarkan darah, lalu NF mengikat korban dan menyembunyikan di lemari miliknya selama satu malam.

Keesokan harinya, pelaku merasa kebingungan untuk membuang jasad korban yang ada di dalam lemari. Akhirnya, ia memberanikan diri untuk melapor ke Polsek Sawah Besar bahwa dirinya telah membunuh APA.

Dihadapan polisi, NF mengaku melakukan aksi pembunuhan terpengaruh film horor Slender Man dan Chucky. Ia mendapat inspirasi adegan yang dilakukan dalam film tersebut. Hal itulah yang memunculkan hasrat untuk membunuh.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini