BNPP Sebut 222 Kecamatan di Perbatasan Negara Butuh Pembangunan Infrastruktur

Fadel Prayoga, Okezone · Senin 09 Maret 2020 21:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 09 337 2180713 bnpp-sebut-222-kecamatan-di-perbatasan-negara-butuh-pembangunan-infrastruktur-E1LMLr7OQe.jpg Kunjungan BNPP ke Gedung Sindo (Foto: Okezone/Fadel)

JAKARTA - Sebanyak 222 kecamatan yang tersebar di area perbatasan negara Indonesia keadannya masih membutuhkan pembangunan infrastruktur untuk membuka daerahnya dari keterpencilan. Hal itu diketahui berdasarkan data yang dicatat oleh Badan Nasional Pengelola perbatasan (BNPP).

"Kami sudah pergi ke 222 kecamatan prioritas. Melakukan pendataan apa yang dibutuhkan pembangunan di sana," kata Plt Sekretaris BNPP Suhajar Diantoro saat berkunjung ke Gedung Sindo, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2020).

Ia menjelaskan, pihaknya akan mendiskusikan rencana pembangunan daerah perbatasan itu di dalam setiap rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan kementerian terkait.

"Nanti setelah rapat, barangkali ada dua pola (penyelesaian). Tapi ini belum diputuskan. Pola pertama mungkin saja, tetap merata seluruh kecamatan. Yang kedua mungkin dibagi empat. 2021: 54 kecamatan; 2022 : 54; dan seterusnya. Jadi penanganannya fokus per wilayah," ujarnya.

BNPP

Baca Juga: Akselerasi Pemerataan Pembangunan Desa Lewat Si Rampak Sekar

Menurut dia, kerja itu juga harus mendapat dukungan dari berbagai pihak, seperti peran dari insan media dalam mempublikasikan dan memberi masukan ke BNPP apa saja yang dibutuhkan dalam perbaikan infrastruktur di sana.

"Kita mulai minta bantuan juga agar kerja-kerja yang berat ini dipublikasikan. Ya diporovokasi juga, supaya semua orang merasa bahwa di perbatasan negara ini terus dikembangkan," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pimpinan Redaksi SINDONEWS dan KORAN SINDO, DJaka Susila mengatakan pihaknya bersedia membantu BNPP untuk menyebarluaskan informasi kepada masyarakat mengenai kemajuan perbatasan saat ini.

“Kami siap mengkomunikasikan mengenai perbatasan Indonesia secara nasional, kami siap akan membantu. Bahkan kita juga bisa menjadi konsultan untuk menyampaikan informasi mengenai perbatasan ini kepada masyarakat di seluruh Indonesia,” katanya.

Menurut dua, pemberitaan semacam itu telah lama dilakukan oleh pihaknya. “Dan alhamdulillah, kami telah membantu program-program BNPP sejak Mendagri masih pak Tjahjo Kumolo. Selalu kami support,” kata dia.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini