nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kejagung Kebut Berkas Tersangka Jiwasraya Usai Pengitungan Kerugian Negara Rampung

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Senin 09 Maret 2020 22:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 09 337 2180682 kejagung-kebut-berkas-tersangka-jiwasraya-usai-pengitungan-kerugian-negara-rampung-u2CtCP3FzF.jpg Jaksa Agung, ST Burhanuddin (foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) berencana mengebut merampungkan berkas penyidikan kasus dugaan korupsi pengelolaan dana PT Jiwasraya. Hal itu dilakukan setelah rampungnya pengitungan kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Saya mohon dukungan teman-teman yah, bahwa kami akan melimpahkan berkas ini," kata Jaksa Agung ST Burhanuddin dikantornya, Jakarta Selatan, Senin (9/3/2020).

 Baca juga: Kejagung Kejar Aset Tersangka Jiwasraya hingga Kerugian Negara Tertutup

Burhanuddin menekankan, pihaknya mengimbau kepada seluruh pihak untuk tidak mencoba untuk mempersulit pengusutan perkara ini. Ia mengancam, apabila ada pihak yang mencoba merintangi, ancaman pidana akan diterapkan.

"Dan saya mengharapkan kepada siapapun juga yang ada itikad menghalangi kemudian mempersulit itu ada pasti ada aturan dan sanksinya," tutur Burhanuddin.

 Baca juga: Jiwasraya Rugikan Negara Rp16,81 Triliun, Jaksa Agung: Kami Akan Kejar Asetnya

BPK merampungkan hasil audit kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan dana PT Jiwasraya. Dari hasil pengitungan tetap, negara dibikin merugi oleh Jiwasraya sebanyak Rp16,81 Triliun.

Kejagung telah melakukan penyitaan aset Rp13,1 triliun. Dengan adanya hasil itungan BPK, Korps Adhyaksa akan kembali menelusuri aset lainnya.

Seperti diketahui Kejaksaan Agung telah menetapkan enam tersangka pada kasus dugaan tindak pidana korupsi PT Jiwasraya (Persero). Mereka adalah Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, Direktur PT Maxima Integra, Joko Hartono Tirto.

Lalu, Komisaris Utama PT Hanson Internasional Tbk Benny Tjokrosaputro, mantan Direktur Utama PT Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan PT Jiwasraya (Persero) Hary Prasetyo dan mantan Kepala Divisi Investasi Jiwasraya Syahmirwan.

Dalam kasus korupsi yang merugikan negara hingga Rp13,7 triliun itu, Kejaksaan Agung sebelumnya menyebut adanya 13 perusahaan yang memiliki masalah investasi berkaitan dengan kasus korupsi PT Jiwasraya (Persero).

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini