nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kejagung Kejar Aset Tersangka Jiwasraya hingga Kerugian Negara Tertutup

Puteranegara Batubara, Okezone · Senin 09 Maret 2020 18:47 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 09 337 2180633 jiwasraya-rugikan-negara-rp16-81-triliun-jaksa-agung-kami-akan-kejar-asetnya-4OPYdm181X.jpg Jaksa Agung, ST Burhanuddin (foto: Okezone.com)

JAKARTA - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) merampungkan hasil audit kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan dana PT Jiwasraya. Hasilnya cukup fantastis, negara dibikin merugi sekira Rp16,81 Triliun.

Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan, pihaknya sampai kapanpun akan mengejar aset-aset tersebut sampai tertutupnya kerugian negara dalam perkara tersebut.

"Jadi bukan hanya sekarang saja aset itu, sampai kapanpun akan kami kejar kalau kami ketahui dia masih ada hartanya, itu adalah aturannya," kata Burhanuddin di Kantor Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta Selatan, Senin (9/3/2020).

 Baca juga: Hasil Audit Rampung, BPK: Kerugian Jiwasraya Rp16,81 Triliun

Burhanuddin mengungkap, sejauh ini, pihaknya telah melakukan penyitaan aset Rp13,1 triliun. Dengan adanya hasil itungan BPK, dia menyebut akan kembali menelusuri aset lainnya.

"Pasti sampai kapanpun, kalau tersangka masih punya hartanya, bahkan sampai putus pun kami bisa mengejar aset itu," ujar Burhanuddin.

Oleh sebab itu, Kejagung menyatakan komitmennya untuk terus menelusuri aset-aset yang didapatkan dari aliran uang panas itu. "Jadi kami pasti akan kami cari sampai manapun," tutur dia.

 Baca juga: Usut Kasus Jiwasraya, Kejagung Periksa 2 Tersangka

Seperti diketahui Kejaksaan Agung telah menetapkan enam tersangka pada kasus dugaan tindak pidana korupsi PT Jiwasraya (Persero). Mereka adalah Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, Direktur PT Maxima Integra, Joko Hartono Tirto.

Lalu, Komisaris Utama PT Hanson Internasional Tbk Benny Tjokrosaputro, mantan Direktur Utama PT Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan PT Jiwasraya (Persero) Hary Prasetyo dan mantan Kepala Divisi Investasi Jiwasraya Syahmirwan.

Dalam kasus korupsi yang merugikan negara hingga Rp13,7 triliun itu, Kejaksaan Agung sebelumnya menyebut adanya 13 perusahaan yang memiliki masalah investasi berkaitan dengan kasus korupsi PT Jiwasraya (Persero).

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini