Gadis ABG Bunuh Bocah, KPAI: Guru BK Seharusnya Bisa Jadi Benteng

Fadel Prayoga, Okezone · Senin 09 Maret 2020 18:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 09 337 2180617 gadis-abg-bunuh-bocah-kpai-guru-bk-seharusnya-bisa-jadi-benteng-FLTcATVH95.jpg Komisioner KPAI, Retno Listyarti. (Foto: Okezone.com/Fadel Prayoga)

JAKARTA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut, guru bimbingan konseling (BK) bisa membentengi siswa dari perilaku negative. Hal itu menanggapi aksi NF (15) membunuh bocah berinisial APA (5) akibat terinspirasi film horor.

Komisioner KPAI bidang Pendidikan, Retno Listyarti mengatakan, kejadian itu seharusnya bisa dicegah bila kerja guru BK bekerja maksimal. Sebab, perbuatan nekatnya itu pasti disebabkan masalah dalam diri pelaku.

"Guru BK tuh sebenarnya bisa loh jadi benteng. Ketika anak tidak dapat apa yang seharusnya diberikan di rumah, tetapi di sekolah tuh dia menunjukan tanda-tanda," kata Retno di kantor KPAI, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2020).

Menurutnya, kerja guru BK tidak maksimal karena adanya Permendikbud Nomor 111 Tahun 2014, berisi aturan seorang guru BK menangani hingga 150 siswa.

(Foto: Fadel Prayoga/Okezone)

"Saya sadar tidak mungkin guru BK memegang 150 anak sendirian dan bisa mengenali satu-satu," ucapnya.

Berdasarkan hasil penelusuran pihaknya, NF memang memiliki sejumlah masalah keluarga. Masalah itu menurutnya bisa diatasi jika pihak sekolah memberikan pengajaran dan bimbingan yang baik.

"Ini harusnya ditangkap juga oleh guru yang mengajar bidang itu. artinya ini anak bisa dieksplor kemampuannya tadi, sehingga dia bisa melupakan masalahnya tadi, bisa move on dari masalah yang ada," ucapnya.

Baca juga: Speedboat Paspampres Kecelakaan di Palangka Raya, 19 Personel Selamat

NF mengaku dengan sengaja menenggelamkan APA (6) di bak mandi, kemudian dcekik hingga mengeluarkan darah, Kamis 6 Maret 2020. NF lalu mengikat korban dan menyembunyikan di lemari miliknya selama satu malam. Keesokan harinya, pelaku merasa kebingungan untuk membuang jasad korban.

Keesokan harinya, NF mendatangi Polsek Taman Sari, Jumat 7 Maret 2020 untuk menyerahkan diri.

Di hadapan polisi, NF mengaku telah membunuh seorang bocah yang sedang main di rumahnya. Pada awalnya polisi tidak percaya. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata pengakuan tersebut terbukti benar. Pelaku mengaku terpengaruh film horor Slender Man dan Chucky.

Setelah menemukan barang bukti, petugas Polsek Tamansari melimpahkan ke Polsek Sawah Besar, Jakarta Pusat.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini