Jokowi: Walau Hadapi Tekanan Ekonomi Global, Kita Harus Optimistis

Fahreza Rizky, Okezone · Senin 09 Maret 2020 15:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 09 337 2180512 jokowi-walau-hadapi-tekanan-ekonomi-global-kita-harus-optimistis-4a26NFLv2v.jpg Presiden Jokowi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Presiden Joko widodo (Jokowi) meminta jajarannya menghitung secara detail dampak ekonomi di 2021, akibat merebaknya virus korona atau Covid-19. Kepala Negara ingin Indonesia memiliki daya tahan ekonomi yang kuat, agar terlindung dari gejolak global.

"Saya minta sekali lagi untuk dikalkulasi secara detail, mengenai risiko pelemahan ekonomi global, termasuk akibat dari merebaknya virus korona yang terjadi di awal tahun ini dan kemungkinan dampak ekonomi lanjutan di tahun 2021," ucap Jokowi dalam rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (9/3/2020).

Rapat terbatas kali ini membahas kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal tahun 2021, dan rencana kerja pemerintah 2021. Acara tersebut dihadiri sejumlah menteri pada Kabinet Indonesia Maju.

Jokowi juga meminta jajarannya memperkuat langkah-langkah mitigasi yang sudah dikerjakan. Ia pun ingin rancangan kebijakan fiskal untuk 2021, mampu memerkuat daya tahan ekonomi nasional dalam mengatasi risiko dari gejolak global.

Presiden Jokowi.

"Ini perlu juga digarisbawahi," imbuhnya.

Baca juga: RSPI Kembali Rawat Satu Pasien Pengawasan Virus Korona

Lebih lanjut, Jokowi mengingatkan jajarannya untuk bersikap optimis, kendati Indonesia sedang menghadapi tekanan ekonomi global. Ia mengatakan pertumbuhan ekonomi RI di 2019 sudah cukup baik, yakni 5,02%.

"Walaupun kita menghadapi tekanan ekonomi global tapi kita tetap harus optimistis. Pertumbuhan ekonomi kita di tahun lalu, tahun 2019 tercatat 5,02%. Pertumbuhan Ini cukup baik di tengah ketidakpastian situasi global dan kemungkinan resesi yang sudah terjadi di beberapa negara," ujarnya.

Kepala Negara yakin reformasi struktural yang akan dijalankan pemerintah, seperti Omnibus Law Cipta Kerja dan Omnibus Law Perpajakan, dapat mengerek pertumbuhan ekonomi nasional.

"Saya yakin dengan reformasi struktural yang terus kita jalankan secara konsisten, terutama nanti setelah adanya Omnibus Law Cipta Kerja dan Omnibus Law Perpajakan, ini akan menciptakan sebuah momentum baru bagi pertumbuhan ekonomi negara kita," kata Jokowi.

Selaras dengan itu, pemerintah juga akan terus melanjutkan penguatan sumber daya manusia (SDM) yang unggul melalui program pendidikan, kesehatan, pelatihan vokasional, kartu prakerja, dan pengentasan kemiskinan.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini