nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Remaja Bunuh Bocah 5 Tahun, DPR Ingatkan Pentingnya Moral Agama pada Anak

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Senin 09 Maret 2020 15:21 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 09 337 2180488 remaja-bunuh-bocah-5-tahun-dpr-ingatkan-pentingnya-moral-agama-pada-anak-jYpYarztPu.JPG Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda (Foto: Instagram/@syaifulhooda)

JAKARTA - Ketua Komisi X DPR, Syaiful Huda mengaku prihatin atas adanya peristiwa pembunuhan yang dilakukan oleh anak baru gede (ABG) berinisial NF (15) terhadap bocah lima tahun. Terlebih, aksi pembunuhan itu terinspirasi dari film horor.

“Memang ini peristiwa mengejutkan bagi dunia anak di Indonesia. Ada pertumbuhan anak yang melampaui kewajaran,” kata Syaiful kepada Okezone di Jakarta, Senin (9/3/2020).

NF sendiri saat ini masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP). Menurut Syaiful, adanya peristiwa tersebut dapat dijadikan pembelajaran bagi dunia pendidikan dalam memproteksi siswa-siswi agar tidak menonton film bernuansa kekerasan.

“Mungkin saja sekolah atau Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) bisa mengeluarkan kebijakan yang seperti itu (memproteksi film kekerasan-red) ,” tuturnya.

Selain melindungi anak agar tidak menonton film bernuansa kekerasan, Syaiful mendorong agar pelajaran moral atau agama juga semakin digiatkan di tengah maraknya pengaruh budaya luar yang masuk ke Indonesia.

“Jadi, mendekatkan siswa kepada moral agama, etik agama menjadi penting di tengah pilihan pilihan anak-anak kita terlalu banyak ini termasuk juga dia nonton video,” paparnya.

Sebelumnya, pembunuhan sadis dilakukan oleh remaja berinisial NF (15) terhadap bocah 5 tahun berinisial APA. Kejadian ini terjadi di Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Jumat, 6 Maret 2020 lalu sekira pukul 11.00 WIB.

NF membunuh korban dengan cara ditenggelamkan di dalam bak mandi. Setelah lemas, korban kemudian dibawa ke tempat tidur. Kondisi korban sudah mengeluarkan darah dari dalam mulut. Pelaku kemudian menyumpalnya dengan tisu. Korban lalu diikat menggunakan tali. Niatnya korban akan dibuang oleh pelaku, namun karena hari sudah menjelang sore, maka korban disimpan dalam lemari.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini