Pasien Positif Korona Alami Tekanan Psikologis Karena Identitasnya Dibuka Publik

Fahreza Rizky, Okezone · Senin 09 Maret 2020 14:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 09 337 2180414 pasien-positif-korona-alami-tekanan-psikologis-karena-identitasnya-dibuka-publik-jS7hrPg7v2.jpg Jubir Penanganan Virus Korona, Achmad Yurianto (Foto: Okezone/Fahreza)

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut pasien kasus satu dan dua virus korona (Covid-19) mengalami beban psikologis lantaran identitasnya dibuka oleh oknum tertentu. Pasien kasus satu-dua adalah anak dan ibu yang merupakan warga Depok.

Juru Bicara Penanganan Virus Korona, Achmad Yurianto mengatakan kondisi klinis pasien kasus satu-dua cenderung sudah baik dan tidak ada keluhan apapun. Namun beban psikologis akibat terbongkarnya identitas mereka masih sangat membekas.

"Dokter penanggungjawab pasien menyampaikan ke saya bahwa sekarang yang didominasi oleh pasien 01 dan 02 adalah beban psikologis akibat identitasnya sudah terpublikasi," katanya saat jumpa pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (9/3/2020).

Baca Juga: Seorang Lagi WNI di Singapura Dikonfirmasi Positif Virus Korona

Yuri menjelaskan, terbukanya identitas pasien kasus satu dan dua menjadi pukulan berat bagi mereka. Keduanya mengalami tekanan psikologis. "Ini menjadi pukulan berat secara psikologis bagi mereka berdua," ujarnya.

Yuri mengatakan spesimen mereka masih dinyatakan positif virus korona meskipun saat ini sudah tidak ada lagi keluhan apapun. Oleh sebab itu, Kemenkes belum berani mengeluarkan pasien kasus satu dan dua dari ruang isolasi RSPI Sulianti Saroso.

"Jadi kita belum akan nyatakan lepas perawatan, meskipun secara klinis tidak ada keluhan apa-apa," pungkasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini