KPK Periksa Sejumlah Saksi Usut Korupsi Izin Tambang di Konawe Utara

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 09 Maret 2020 10:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 09 337 2180281 kpk-periksa-sejumlah-saksi-usut-korupsi-izin-tambang-di-konawe-utara-ggYvsCJf3O.JPG Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri (Foto: Okezone.com/Arie Dwi Satrio)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait pemberian izin kuasa pertambangan eksplorasi dan eksploitasi dari pemerintah kabupaten Konawe Utara tahun 2007-2014 yang disinyalir merugikan negara Rp2,7 triliun. Pengusutan itu ditandai dengan pemanggilan sejumlah saksi hari ini.

Adapun saksi yang diagendakan diperiksa yakni, Komisaris PT Manunggal Sarana Surya Pratama, Ferry Yogianto; Direktur PT Manunggal Sarana Surya Pratama, Ardiansyah; Wiraswasta, Djaka Nugraha; serta Dirut PT Stargate Pasific Resources, Lukman Hakim. Mereka akan diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan Aswad Sulaiman (ASW).

"Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ASW," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi wartawan, Senin (9/3/2020).

Belum diketahui apa yang akan digali penyidik terhadap pemeriksaan empat saksi tersebut. Diduga, KPK sedang menelisik proses pemberian izin pertambangan terhadap sejumlah perusahaan di Konawe Utara.

Diketahui sebelumnya, mantan Bupati Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Aswad Sulaiman ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait izin tambang di wilayahnya. Aswad diduga merugikan negara hingga Rp2,7 triliun.

Dalam kerugian negara yang sebanding dengan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP tersebut, Aswad diduga telah menguntungkan delapan perusahaan tambang lewat pemberian kuasa perizinan pertambangan.

Di mana, Aswad telah memuluskan SK (Surat Keputusan) kuasa pertambangan eksplorasi kepada delapan perusahaan itu. Dari proses tersebut, Aswad pun mendapatkan imbalan uang dugaan suap sebesar Rp13 miliar.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini