nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Remaja Bunuh Bocah 5 Tahun, KPAI Soroti Peran Orangtua Awasi Tontonan Anak

Sarah Hutagaol, Okezone · Senin 09 Maret 2020 06:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 09 337 2180202 remaja-bunuh-bocah-5-tahun-kpai-soroti-peran-orangtua-awasi-tontonan-anak-anTz6lYGyW.jpg Komisioner KPAI, Retno Listyarti. (Ist)

JAKARTA – Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti menyampaikan keprihatinan atas terjadinya kasus pembunuhan yang dilakukan remaja berusia 15 tahun. Ia juga menyampaikan duka kepada keluarga korban atas kejadian itu.

Mengenai kasus tersebut, Retno menyebutkan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi sikap dari seorang anak adalah sebuah media audio visual, seperti yang terjadi pada remaja berinisial NF itu.

NF memang diketahui kalau tindakannya membunuh anak berusia 15 tahun dipengaruhi tayangan pada film horor, yakni Chucky dan Slender Man.

"Tayangan televisi dan film bersifat audio visual sinematografis memang memiliki dampak besar terhadap perilaku penontonnya, khususnya bagi yang belum memiliki referensi yang kuat, seperti anak-anak dan remaja," ucap Retno kepada Okezone, Minggu (8/3/2020).

ilustrasi (Dok Okezone)

Oleh sebab itu, Retno menyoroti mengenai peran pengawasan orangtua ataupun keluarga terhadap apa yang ditonton anak mereka melalui media apapun, apalagi kini ia menyebutkan setiap anak telah menggunakan telepon genggam.

"Kesalahan seorang anak tidak berdiri sendiri. Ada faktor lingkungan yang mempengaruhinya. Pengasuhan yang positif dan kepekaan orang dewasa di sekitar anak sangat diperlukan karena anak biasanya menunjukkan tanda-tanda yang dapat dikenali ketika memiliki masalah," ucapnya.

Sementara itu, untuk proses hukum NF, Retno mengimbau pihak kepolisian menggunakan sistem peradilan pidana anak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012.


Baca Juga : Gadis ABG Pembunuh Bocah Jalani Pemeriksaan Psikologis di RS Polri

"Anak pelaku mendapatkan hak rehabilitasi psikologis setelah lebih dulu diasesmen kejiwaannya," tutur Retno.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini