Apresiasi Kepedulian untuk Muslim India, Menag: Kita Tempuh Jalur Diplomasi

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Minggu 08 Maret 2020 11:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 08 337 2179968 apresiasi-kepedulian-untuk-muslim-india-menag-kita-tempuh-jalur-diplomasi-p6f97OUj8C.jpg Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi. (Foto: Okezone.com/Humas Kemenag)

JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengapresiasi kepedulian dan perhatian Muslim Indonesia, melalui doa bersama hingga unjuk rasa sebagai upaya merespons penganiayaan dan persekusi terhadap Muslim di India.

"Saya sangat mengapresiasi atas rasa keprihatinan dan kepedulian yang telah ditunjukkan. Kekerasan oknum, apalagi dengan mengatasnamakan agama tidak bisa dibenarkan, kapan pun dan di manapun," ujar Fachrul dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (8/3/2020).

Fachrul menekankan, tak ada ajaran agama yang membenarkan tindak kekerasan. "Memuliakan nilai kemanusiaan adalah esensi ajaran semua agama,” ujarnya.

Menurutnya, aspirasi yang disuarakan Muslim Indonesia bakal dikomunikasikan pemerintah melalui jalur diplomasi. Komunikasi dengan pihak kedutaan India di Indonesia, maupun dengan pemerintah di India terus dilakukan oleh Pemerintah Menteri Luar Negeri.

Menag Fachrul Razi. (Foto: Humas Kemang RI)

"Untuk mencari solusi terbaik atas kehidupan beragama di sana, tanpa mencampuri urusan dalam negeri India," ujarnya.

Fachrul juga meminta umat Islam Indonesia tidak terprovokasi melakukan tindakan anarki dalam beragam bentuknya, termasuk sweeping. Dia ingin para tokoh agama mengambil peran dalam mengarahkan umat dalam menyikapi persoalan ini sesuai nilai kedamaian, toleransi, dan keadilan hukum.

Baca juga: WHO: Virus Korona Sudah Infeksi Lebih dari 100 Ribu Orang

"Ingat, anarkisme bukanlah nilai-nilai Indonesia dan juga bukan nilai-nilai Islam. Demikian juga aksi sepihak dalam bentuk sweeping. Masyarakat Indonesia dikenal dunia sebagai umat yang toleran, rukun dan cinta damai. Mari kedepankan jalur hukum dan komunikasi diplomatik agar ini bisa diselesaikan dengan baik," ujarnya.

"Mencegah kemungkaran adalah hal baik. Tapi itu harus dilakukan dengan cara yang makruf atau baik, agar tidak memunculkan kemungkaran yang lebih besar. Kedepankan diplomasi dan jangan anarki," imbuh Menag.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini