Menteri LHK Tegaskan Permasalahan Lingkungan Tanggung Jawab Bersama

Hambali, Okezone · Sabtu 07 Maret 2020 22:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 07 337 2179859 menteri-lhk-tegaskan-permasalahan-lingkungan-tanggung-jawab-bersama-xT7IRrmorD.jpg Menteri LHK, Siti Nurbaya (Foto: Okezone)

Wilda Yanti menjadi pembicara dan mengisi sesi ke 5 dengan tema Gender-Specific comsumtion patterns, behavioural insight, and Circular Economy, pada tanggal 6 Maret 2019.

Di sesi ini Wilda menyampaikan tentang Bank Sampah dan Peran Bank Sampah membangun Sistem Pengelolaan Sampah di Indonesia.

Bank Sampah dengan empat kekuatan dasar yakni Edukasi, Kepedulian Lingkungan, Kepedulian Sosial dan Pergerakan Ekonomi, semakin menggerakan solusi pengelolaan sampah di Indonesia yang sekarang menuju masif.

Dengan kekuatan dasar itu telah tumbuh dan berkembang lebih 8.036 Bank Sampah di Seluruh Indonesia yang 80 persen diantaranya digerakan oleh Penggerak Wanita dan sisanya oleh Penggerak Laki-laki.

"Kekuatan Bank Sampah menggerakkan terciptanya teknologi-teknologi pengelolaan sampah. Wanita tidak hanya sebagai pemakai teknologi tetapi juga bisa menciptakan teknolongi-teknologi ramah lingkungan yang bermanfaat bagi solusi Sampah Indonesia," kata Wilda.

Di kesempatan yang sama, Ananto Isworo, Founder Gerakan Shadaqah Sampah (GSS) Kampung Brajan Tamantirto, Bantul, juga berbagi tentang kegiatan Shadaqoh sampah dan gerakan Eco Masjid.

Bagaimana sampah bisa digunakan untuk santunan pendidikan, santunan sembako dan santunan kesehatan bagi masyarakat miskin dan anak-anak yatim piatu. Dengan jumlah relawan 40 orang dan 10 di antaranya adalah wanita.

"Kekuatan perempuan untuk menggerakan edukasi pengelolaan sampah sangat besar, peran perempuan sebagai pendidik utama untuk lingkungan berkelanjutan sangat penting," kata Ananto.

Program Bank Sampah, Shadaqoh Sampah dan Gerakan Eco Masjid mendapat sambutan dari berbagai negara, termasuk delegasi Saudi Arabia.

Tindak lanjut pertemuan yang dihadiri para ahli dari berbagai negara ini, termasuk delegasi Indonesia yang dipimpin SAM Bidang Industri dan Perdagangan Internasional KLHK, akan menjadi rekomendasi bagi pelestarian lingkungan di seluruh dunia dengan melibatkan berbagai komponen lintas gender, lintas usia, lintas agama dan lintas negara.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini