DPR Usulkan Pemerintah Bentuk Satgas Virus Korona

Fahreza Rizky, Okezone · Sabtu 07 Maret 2020 10:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 07 337 2179614 dpr-usulkan-pemerintah-bentuk-satgas-virus-korona-hIqLfQDiGV.jpg Simulasi Penanganan Terhadap Virus Korona (foto: Twitter/Angkasa Pura_2)

JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini mengusulkan pemerintah membentuk satuan tugas (satgas) penanganan virus korona (Covid-19). Satgas ini dapat mempercepat deteksi WNI yang dicurigai terpapar virus tersebut.

"Saya mengusulkan pemerintah buat satgas untuk mempercepat kerja di lapangan terutama menemukan warga yang terduga virus korona, case finding," kata Yahya saat dihubungi Okezone, Sabtu (7/3/2020).

Baca Juga: Pengunjung CFD Akan Dicek Suhu Tubuhnya, Ini Lokasinya 

Antisipasi Penyebaran Virus Korona, Pengunjung Mall Dicek Suhu Tubuh

Satgas yang diusulkannya bersifat nasional dan melibatkan sejumlah instansi, antara lain kementerian, TNI, Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN). Mereka dapat bekerja menelusuri orang yang pernah melakukan kontak jarak dekat dengan pasien positif korona.

"Satgas bersifat nasional, selain kementerian terkait juga harus melibatkan TNI dan polisi, bahkan BIN untuk menemukan kasus-kasus di lapangan. Termasuk menelusuri riwayat warga yang pernah ketemu fisik dengan orang yang terinfeksi korona," jelas Ketua DPP Golkar itu.

Satgas, kata Yahya, juga bisa bertugas melakukan kegiatan preventif dan promotif, misalnya mengedukasi masyarakat supaya tidak panik dengan virus korona dan lain sebagainya.

"Kalau pusat tidak segera bentuk satgas, nanti setiap daerah bisa buat sendiri-sendiri sehingga SOP-nya bisa berbeda-beda dalam penanganan Covid-19," tukas dia.

Lebih lanjut, ia juga meminta agar rumah sakit rujukan yang sudah ditetapkan pemerintah dapat dipastikan ketersediaan alat medis serta tenaga perawatnya. Lalu kewaspadaan di pintu masuk menuju Indonesia juga harus ditingkatkan untuk mencegah penyebaran virus korona.

"Kewaspadaan tinggi harus tercermin di pintu-pintu masuk ke Indonesia, sekarang kita sudah kebobolan dengan adanya kasus orang asing yang terinfeksi virus korona masuk ke Indonesia. Artinya thermal detector yang dipasang di bandara atau pelabuhan tidak akurat atau SDM yang bertugas yang lalai," tegasnya.

Sekadar informasi, saat ini empat orang WNI dinyatakan positif terkena virus korona. Saat ini mereka sudah diisolasi di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara. Pasien kasus satu dan dua adalah ibu dan anak. Pasien kasus satu diduga tertular Covid-19 dari warga Jepang yang sedang berkunjung ke Indonesia.

Baca Juga: Virus Korona Merebak, Prajurit TNI Dikerahkan Tenangkan Warga 

Sedangkan pasien kasus dua adalah ibu yang merawat pasien kasus satu saat sakit. Alhasil, sang ibu ikut tertular virus korona karena melakukan kontak jarak dekat. Sementara itu, pasien kasus tiga dan empat diketahui pernah melakukan kontak jarak dekat dengan pasien kasus satu dalam sebuah pertemuan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini