Haedar Nashir Ingin Pilkada Serentak 2020 untuk Kemajuan Bangsa

Kuntadi, Koran SI · Jum'at 06 Maret 2020 21:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 06 337 2179487 haedar-nashir-ingin-pilkada-serentak-2020-untuk-kemajuan-bangsa-MN9WePhKxo.jpg ilustrasi

YOGYAKARTA - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir berharap pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada September 2020 bisa berjalan lancar, aman dan kondusif. Dia mengingatkan pilkada merupakan perwujudan proses demokrasi untuk mewujudkan cita-cita bangsa yang harus didukung semua elemen yang ada masyarakat.

"Pilkada merupakan proses demokrasi yang harus diapresiasi untuk menghasilkan kepala daerah dalam membawa kemajuan daerah," terang Haedar kepada wartawan di Graha Suara Muhammadiyah, Yogyakarta, Jumat (6/3/2020).

Pilkada, kata dia, merupakan tonggak baru dalam mewujudkan cita-cita bangsa, agar setiap daerah bisa mebih berkembang dan berkemajuan. Untuk itulah proses demokrasi harus membawa suasana damai, kondusif dan menyebarkan nilai-nilai kebaikan.

“Pilkada harus dilandasi dengan semangat untuk hidup rukun dalam perbedaan untuk membawa dalam kemajuan dengan spirit gotongroyong dan kebhinekaan,” jelasnya.

Untuk itu dalam pelaksanakan politik demokrasi harus menghindar politik yang menghalalkan segala cara. Politik uang, yang melanggar hukum dan ketetiban sosial harus dihilangkan karena akan mencederai proses demokrasi.

Kontestasi demokrasi pilkada serentak harus sehat dan mendasarkan pada asas demokrasi yang berkualitas. Tidak hanya sekedar proses demokrasi prosedural, namun harus mampu menciptakan suasana kondusif, terhindari dari kerusuhan, perseteruan, adu domba fitnah dan hoaks.

“Yang menang pilkada harus manah yg luhur. Sedangkan yang kalan haris berjiwa besar lapang dada,” tegasnya.

Baca Juga : Masih Ada Tersangka yang Buron, KPK Dinilai Masih Gunakan Ilmu Cocoklogi

Pilkada, kata Haedar, harus diibaratkan sebagai sebuah permainan. Ada yang menang dan ada yang kalah, tapi tanpa ada suasana permusuhan. Mereka yang tidak puas harus mampu menghormati, dan jangan sampai ada aksi anarkis.

Pilkada dan proses kehidupan bangsa dan negara harus mampu menyelesaikan persoalan yang krusial di tubuh bangsa. Harus diingat ada agenda kesenjangan sosial yang sangat berat. "Butuh tegakknya keadilan sosial, bagi politik ekonomi dan budaya,” jelasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini