KPK Akui Berkas Penyidikan Saeful Bahri Tak Dilengkapi Keterangan Harun Masiku

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 06 Maret 2020 19:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 06 337 2179409 kpk-akui-berkas-penyidikan-saeful-bahri-tak-dilengkapi-keterangan-harun-masiku-mEi1gQedhI.jpg Ilustrasi KPK (foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nurul Ghufron mengakui berkas penyidikan Saeful Bahri, tersangka perantara suap untuk mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan, tanpa dilengkapi kesaksian dari Harun Masiku.

Sebab hingga saat ini, Harun Masiku yang merupakan tersangka pemberi suap Wahyu Setiawan hingga kini masih buron. Menurut Ghufron, tanpa adanya keterangan atau kesaksian Harun Masiku, konteks pemberian uang dari Saeful Bahri untuk Wahyu Setiawan sudah jelas merupakan tindak pidana suap.

Baca Juga: KPK Pastikan Penyidikan Harus Masiku Terus Berlanjut 

Sehingga, KPK tidak membutuhkan keterangan dari Harun Masiku untuk melimpahkan berkas penyidikan Saeful Bahri ke tahap penuntutan.

"Jadi konteksnya sudah jelas. Penerimanya jelas, konteks itu uang diberikan dalam rangka apa yang merupakan kewenangan saudara WS (Wahyu Setiawan) itu juga sudah jelas," kata Ghufron di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2020).

Terjaring OTT, KPK Tahan Komisioner KPU Wahyu Setiawan 

KPK telah melimpahkan berkas penyidikan Saeful Bahri ke tahap penuntutan. Berkas penyidikan Saeful Bahri dinyatakan KPK sudah lengkap atau P21.

Rencananya, mantan Caleg PDI Perjuangan itu akan segera disidang di Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat, dalam waktu dekat.

Ghufron menjelaskan, pihaknya sudah mengantongi kecukupan keterangan dari saksi serta alat bukti untuk menyidangkan Saeful Bahri. Meskipun, masa penahanan Saeful Bahri untuk melengkapi berkas perkaranya masih cukup banyak.

"Seandainya kemudian mau seminggu kami limpahkan juga kalau pandangan kami sudah cukup bukti kami ajukan (berkas ke pengadilan). Jadi, kami tidak perlu kemudian 'pak kan masalahnya 60 hari (massa penahanan) masih 3 bulan sudah dilimpahkan' ya enggak sudah. Tidak perlu menunggu masa penahan," papar Ghufron.

Sejauh ini, KPK baru menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proses Pergantian Antar Waktu (PAW) di DPR RI. Empat tersangka tersebut yakni, mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan (WSE), mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF).

Kemudian, Calon Anggota Legislatif (Caleg) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Harun Masiku (HAR) dan pihak swasta, Saeful (SAE). Wahyu dan Agustiani ditetapkan sebagai pihak penerima suap. Sedangkan Harun dan Saeful merupakan pihak yang memberikan suap.

Dalam perkara ini, Wahyu diduga meminta fee sebesar Rp900 juta untuk meloloskan Harun Masiku sebagai anggota DPR pengganti Nazarudin Kiemas yang telah meninggal dunia. Namun Wahyu baru akan menerima Rp600 Juta dari proses pelolosan tersebut.

Baca Juga: Eks Caleg PDIP Perantara Suap Wahyu Setiawan Segera Diadili 

Uang Rp600 Juta dibagi dalam dua tahapan. Pada tahapan pertama, ada aliran suap Rp400 juta yang saat ini masih didalami sumbernya.

Hanya saja, Wahyu hanya menerima senilai Rp200 Juta dari total Rp400 Juta. Sisanya atau senilai Rp200 Juta, diduga digunakan oleh pihak lain.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini